Karhutla Sumsel

3 Daerah di Sumsel Tetapkan Status Siaga Karhutla, BPBD Usulkan 10 Helikopter untuk Penanganan

Tiga daerah di Sumatera Selatan, yakni OKI, Ogan Ilir, dan Muba, telah menetapkan status siaga darurat karhutla.

Tayang:
Dokumentasi Manggala Agni Sumatera Daops/OKI
KARHUTLA DI SUMSEL -- Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang terjadi di Kabupaten OKI, Sumsel. Tiga daerah di Sumatera Selatan, yakni OKI, Ogan Ilir, dan Muba, telah menetapkan status siaga darurat karhutla guna mengantisipasi musim kemarau pada Mei mendatang. 

Ringkasan Berita:
  • Tiga daerah di Sumatera Selatan, yakni OKI, Ogan Ilir, dan Muba, telah menetapkan status siaga darurat karhutla guna mengantisipasi musim kemarau pada Mei mendatang.
  • BPBD berencana mengusulkan 10 helikopter untuk mendukung patroli udara serta operasi water bombing.
  • Pemerintah mengimbau masyarakat tidak membakar lahan dan segera melapor jika menemukan titik api demi mengantisipasi karhutla.

TRIBUNSUMSEL.COM, PALEMBANG -- Menjelang musim kemarau yang diperkirakan berlangsung pada Mei mendatang, kini sudah tiga daerah di Provinsi Sumatera Selatan yang menetapkan status siaga kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Kepala Bidang Penanganan Darurat BPBD Sumatera Selatan, Sudirman, mengatakan sebelumnya dua daerah telah lebih dulu menetapkan status siaga karhutla, yakni Ogan Komering Ilir (OKI) dan Ogan Ilir.

"Kini sudah ada tiga daerah, terbaru Muba menaikkan status siaga karhutla. Sebelumnya OKI dan Ogan Ilir lebih dulu menetapkan status siaga sehingga provinsi sudah menetapkan status siaga,” kata Sudirman, Rabu (29/4/2026).

Ia menjelaskan, status siaga karhutla di OKI berlaku pada 14 April hingga 31 Desember, di Ogan Ilir pada 6 April hingga 30 November, dan di Muba pada 23 April hingga 30 November.

Sementara itu, di tingkat provinsi, status siaga ditetapkan pada 22 April hingga 30 November.

Baca juga: Musim Kemarau Terjadi Lebih Cepat, Banyuasin Masuk Daftar Wilayah yang Berpotensi Terjadi Karhutla

Menurut Sudirman, penetapan status siaga ini merupakan langkah antisipatif menghadapi potensi karhutla yang kerap terjadi saat musim kemarau.

Pemerintah daerah bersama BPBD setempat mulai meningkatkan kesiapsiagaan, termasuk dengan melakukan patroli rutin di wilayah rawan.

Status siaga ditetapkan setelah mempertimbangkan kondisi cuaca yang mulai mengering serta munculnya sejumlah titik panas.

Selain itu, pemerintah juga telah menyiapkan personel dan peralatan untuk penanggulangan dini.

“Kami juga mendorong wilayah lain untuk segera menetapkan status siaga karhutla, khususnya daerah-daerah yang rawan,” katanya.

Selain patroli darat, pemantauan melalui udara juga akan dilakukan guna mendeteksi titik api sejak dini.

BPBD bahkan berencana mengusulkan sebanyak 10 helikopter untuk mendukung patroli udara dan operasi water bombing.

Masyarakat pun diimbau untuk turut berperan aktif dalam mencegah karhutla, antara lain dengan tidak membuka lahan menggunakan cara membakar serta segera melaporkan jika menemukan indikasi kebakaran.

Langkah cepat ini diharapkan mampu meminimalkan dampak karhutla yang tidak hanya merusak lingkungan, tetapi juga berdampak pada kesehatan serta aktivitas ekonomi masyarakat.

 

 

Baca artikel menarik lainnya di Google News

Ikuti dan bergabung di saluran WhatsApp Tribunsumsel

Sumber: Tribun Sumsel
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved