OPINI

Belajar dari Ekspor Kopi: Mendongkrak UMKM Sumatera Selatan Menembus Pasar Dunia

Dengan basis lebih dari 2 juta UMKM, Sumsel memiliki modal struktural yang kuat, jika orkestrasi ini dijaga konsisten dan direplikasi secara disiplin

Tayang: | Diperbarui:
Editor: Lisma Noviani
Istimewa
DUKUNG UMKM --Kepala Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Sumsel, Arifin Susanto. 

Meski progres terlihat, sejumlah tantangan mendasar masih perlu diatasi. Tingkat formalitas UMKM masih relatif rendah dan sebagian besar pelaku usaha masih berada pada skala mikro. Di sisi lain, adopsi digital belum merata, baik dalam pencatatan keuangan maupun pemasaran.

Belajar dari ekspor kopi, upaya untuk mendongkrak UMKM Sumatera Selatan ke kancah dunia diperlukan dengan cara menciptakan nilai tambah melalui ekonomi kreatif dan digitalisasi. 

Beragam produk lokal—mulai dari kopi specialty, kuliner olahan, kriya, hingga fesyen—memiliki potensi untuk diposisikan sebagai produk bernilai premium.

Terdapat tiga pengungkit utama yang perlu dipercepat.

 Pertama, penguatan story telling dan origin branding local. Kopi Robusta Semendo atau Raden Kuning Arabica Pagar Alam misalkan, lebih menjual daripada hanya menjual kopi tanpa asal daerah kopinya.

Kedua, standardisasi dan quality assurance.

Ketiga, digitalisasi end-to-end yang mencakup pembayaran digital, digital marketing, pembiayaan berbasis data, serta integrasi logistik.

Agar transformasi berjalan terpadu, beberapa langkah prioritas perlu dipercepat: mereplikasi model ekosistem berbasis komoditas unggulan contohnya kopi, melakukan scaling-up supply chain financing, mempercepat digital onboarding UMKM, memperkuat kemitraan off-taker dan agregator ekspor, serta memperkuat peran Lembaga strategis seperti OJK, BI dan Dinas UMKM & Koperasi Sumsel sebagai regional orchestrator.

Dengan basis lebih dari dua juta UMKM, Sumatera Selatan memiliki modal struktural yang kuat. Jika orkestrasi ini dijaga konsisten dan direplikasi secara disiplin, UMKM Sumatera Selatan berpotensi tidak hanya menjadi penopang ekonomi daerah, tetapi juga motor baru ekspor nasional.(*)

Baca juga: Forketas Sumsel Bakal Gelar Jambore UMKM 2026, Targetkan 1.500 Pengunjung Per Hari

Baca juga: Kopi Sumsel dan Rahasia Stamina K.H. Tolat Wafa Ahmad di Usia 67 Tahun

Baca juga: OPINI - Peluang Ekonomi dalam Budaya Gen Z, Americano tak Sepahit Menjadi Pengangguran

Baca juga: Kopi Pagar Alam Tembus Pasar Internasional, Wali Kota Minta Petani Tingkatkan Kualitas

Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved