OPINI
Hubungan Erat Perekonomian Indonesia dan Pekerja Migran Indonesia
Pertumbuhan ini tidak lepas dari transformasi ekonomi indonesia yang memiliki 3 pilar utama yaitu ketahanan pangan, kemandirian energi
TRIBUNSUMSEL.COM- Berdasarkan data BPS, ekonomi Indonesia pada triwulan I-2026 tumbuh sebesar 5,61 persen hal ini merupakan angin segar bagi perekonomian indonesia ditengah dampak konflik iran dan amerika serikat.
Pertumbuhan ini tidak lepas dari transformasi ekonomi indonesia yang memiliki 3 pilar utama yaitu ketahanan pangan, kemandirian energi dan peningkatan kualitas sumber daya manusia.
Sejalan dengan hal tersebut pekerja migran indonesia sebagai salah satu sumber daya manusia yang menjaga cadangan devisa negara menjadi perhatian khusus karena memberikan kontribusi nyata bagi Indonesia sampai kepada satuan keluarga.
Remitansi turut menjaga stabilitas nilai tukar rupiah
Pekerja Migran Indonesia sebagai pahlawan devisa secara konsisten memberikan sumbangsih berupa cadangan devisa.
Sebanyak 296.948 orang tercatat bekerja ke luar negeri dari berbagai macam daerah seluruh Indonesia sepanjang tahun 2025 dengan remitansi mencapai sekitar 288 triliun rupiah mengalami kenaikan 14?ri tahun 2024 yang hanya 253 trilliun rupiah.
Hal ini menunjukkan sebaran asal pekerja migran Indonesia yang akan menerima manfaat dari keluarganya yang sedang bekerja di luar negeri. Pekerja Migran Indonesia yang menerima gaji sesuai dengan mata uang dari negara penempatan kemudian mengirimkan uang untuk keluarganya di Indonesia, penerimaan inilah yang kemudian digunakan oleh satuan unit terkecil yaitu keluarga untuk dapat meningkatkan taraf hidup.
Aliran ini yang kemudian menjadi perhatian penting karena akan berproses untuk meningkatkan perekonomian dari tingkat lokal.
Saat ini pekerja migran Indonesia yang terampil dan professional secara bertahap telah mengalami peningkatan. Hal ini selaras dengan salah satu pilar utama ekonomi yaitu meningkatkan kualitas sumber daya manusia.
Kualitas pekerja migran Indonesia yang terus mengalami peningkatan tentunya menjadi berita baik untuk mendapatkan penghasilan yang lebih tinggi, semakin banyak penghasilan yang diperoleh semakin banyak yang dikirim ke Indonesia dan semakin besar pula yang diinvestasikan di Indonesia tentunya menjadi bantalan bagi perekonomian Indonesia untuk menjaga stabilitas nilai tukar rupiah.
Remitansi berdampak secara signifikan terhadap pengurangan angka kemiskinan dan menjaga stabilitas perekonomian.
Tantangan dan Peluang
Peningkatan kualitas Sumber daya manusia khususnya bagi pekerja migran Indonesia menghadapi tantangan besar yaitu bahasa negara penempatan, kompetensi serta biaya penempatan untuk keperluan pemeriksaan kesehatan, pembuatan dokumen migrasi seperti visa kerja dan paspor serta sertifikat kompetensi.
Tantangan ini dapat ditanggapi sebagai peluang seperti negara Filipina yang mendapatkan remitansi dari pekerja yang bekerja ke luar negeri sekitar USD 40 miliar per tahun dan menyumbang 7–8 % PDB negara tersebut.
Peluang ini tentunya membutuhkan sinergi dan kolaborasi bersama dari pemerintah dan masyarakat. Berbagai macam usulan program pemerintah yang dimulai dari satuan Pendidikan dan disinergikan dengan program SMK Go Global berupa pelatihan bahasa dan kompetensi diharapkan dapat menjawab tantangan bagi peningkatan angka penempatan pekerja migran Indonesia yang turut berkontribusi terhadap remitansi.
Opini
| Otonomi Daerah di Persimpangan Jalan: Seperempat Abad Sejak Berlaku UU tentang Pemerintah Daerah |
|
|---|
| Menakar Kesalehan Sosial Sebagai Rapor Utama Pendidikan: Refleksi Hardiknas 2026 |
|
|---|
| Hujan tak Pernah Ingkar Janji, Butuh Keberanian dalam Mengubah Pengelolaan Kota Terkait Banjir |
|
|---|
| Dari Kerinci ke OKU Selatan: Warisan Kopi Indonesia untuk Dunia |
|
|---|
| Purbaya Effect di Tengah Tiga Kegelapan Ekonomi |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/sumsel/foto/bank/originals/Hermin-Rahayu-Pertiwi-SKPm-Mahasiswa-Pascasarjana-Program-Studi-Magister-Manajemen.jpg)