Berita Palembang

Tips Menghindari Microsleep Saat Berkendara di Tol JTTS yang Panjang dan Lurus

Kondisi jalan tol dengan jarak yang panjang dan mulus tak jarang menjadi jebakan bagi pengendara.

Tayang:
Penulis: Winando Davinchi | Editor: Slamet Teguh
Dokumen/Hutama Karya
JTTS - Pengelola ruas Jalan Tol Trans Sumatera (JTTS) PT Hutama Karya kembali menggaungkan keselamatan berkendara bertajuk setuju (selamat sampai tujuan). Terutama bagi pengendara yang kelelahan dan mengantuk diminta untuk beristirahat sejenak di rest area terdekat. 

Ringkasan Berita:
  • PT Hutama Karya mengingatkan pengendara di Jalan Tol Trans Sumatera agar mewaspadai microsleep.
  • Kondisi tertidur sesaat yang sering terjadi akibat kelelahan saat melintasi jalan tol yang panjang dan mulus.
  • Pengemudi diminta segera beristirahat di rest area jika mulai mengantuk, serta menjaga kebugaran tubuh dengan tidur cukup dan berhenti setiap 3-4 jam perjalanan.

 

TRIBUNSUMSEL.COM, KAYUAGUNG – Kondisi jalan tol dengan jarak yang panjang dan mulus tak jarang menjadi jebakan bagi pengendara.

Rasa nyaman saat melaju bisa mendadak berubah jadi petaka akibat microsleep atau tertidur sesaat di balik kemudi kendaraan.

Merespons ancaman diam-diam di jalan bebas hambatan, pengelola ruas Jalan Tol Trans Sumatera (JTTS) PT Hutama Karya kembali menggaungkan keselamatan berkendara bertajuk setuju (selamat sampai tujuan).

Dikatakan Plt. Executive Vice President (EVP) Sekretaris Perusahaan Hutama Karya, Hamdani terkait dengan pentingnya kewaspadaan ekstra dari para pengguna jalan tol, baik segi fisik atau kesiapan kendaraan.

"Karakteristik jalan tol yang panjang dan mulus sering kali membuat pengemudi merasa nyaman, sehingga tanpa disadari mengalami kelelahan atau microsleep," ujar Hamdani dalam keterangan resminya pada Kamis (11/6/2026) siang.

Menurutnya, kondisi mata yang mulai memberat konsentrasi buyar, atau mulai menguap, Hamdani mewanti-wanti pengendara tidak memaksakan diri memegang setir.

Solusinya agar menepi dan beristirahat di rest area terdekat.

"Kami juga rutin menggelar operasi microsleep di sejumlah ruas jalan tol trans Sumatera yang memang memiliki rute yang cukup panjang dan berisiko tinggi membuat lelah," ujarnya.

Baca juga: Trafik Kendaraan di JTTS Meningkat Saat Libur Panjang Akhir Pekan Kenaikan Yesus Kristus

Maka dari itu, Hamdani mengimbau para pengendara wajib ketahui tanda-tanda microsleep seperti tiba-tiba kaget dan terbangun saat kesenjangan tubuh dan kepala.

"Tidak menyadari apa yang baru terjadi, sering menguap, kelopak mata terasa sangat berat terbuka, sering mengedip dan hilang fokus saat mengendarai," paparnya.

Meskipun demikian microsleep dapat dicegah dengan memperbaiki jam tidur, jangan memaksakan berkendara kondisi lelah atau sakit, beristirahat setiap 3 hingga maksimal 4 jam saat mengemudi

"Minum asupan berkafein seperti kopi atau teh 30 menit sebelum berkendara ataupun mendengarkan musik tempo cepat atau audiobook di mobil masing-masing," paparnya.

Selain kebugaran fisik, kelayakan kuda besi yang digunakan tak kalah krusial. Ban, rem, lampu kendaraan, oli, air radiator, hingga BBM wajib dicek sebelum masuk gerbang tol.

Mobil mogok di tengah tol beresiko tinggi memicu tabrakan beruntun karena rata-rata laju kendaraan di sekitarnya sangat cepat.

Sumber: Tribun Sumsel
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved