Ojol Tewas Dilindas Rantis Brimob

Dipeluk Prabowo, Ibu Affan Menangis Anaknya Tewas Dilindas Rantis Brimob, Minta Hukum Seadil-adilnya

Presiden RI Prabowo Subianto melayat ke rumah duka Affan Kurniawan, Jumat (29/8/2025). Ibu dan ayah almarhum menangis meminta keadilan di pelukannya.

Penulis: Aggi Suzatri | Editor: Weni Wahyuny
Tangkapan layar video Sekretariat Presiden
DUKA KELUARGA AFFAN- Presiden RI Prabowo Subianto melayat ke rumah duka Affan Kurniawan, pengemudi ojek online (ojol) yang tewas dilindas kendaraan taktis (rantis) Brimob Polri, Orang tua Affan menangis meminta hukum ditegakkan seadil-adilnya. 

Diketahui, Prabowo melayat ke rumah duka Affan sekitar pukul 21.51 WIB.

Prabowo datang didampingi Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya, Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin, hingga Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto.

Affan Tewas Dilindas Rantis Brimob

Kasus tewasnya Affan Kurniawan, driver ojek online yang terlindas rantis Brimob di kawasan Pejompongan, Jakarta Pusat, masih jadi perhatian banyak orang.

Sayangnya, nasib tragis menimpa pemuda itu ketika sebuah kendaraan taktis (rantis) Brimob melindasnya di Pejompongan, Jakarta Pusat, semalam.

Affan sempat dibawa ke Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM) Jakarta, namun nyawanya tidak tertolong.

Sepanjang hidupnya, Affan dikenal sebagai sosok yang tak hanya pekerja keras, tetapi juga tulang punggung keluarganya.

"Dia tulang punggung keluarga, diandalkan ibunya banget," kata Muri, pemilik kontrakan tempat Affan tinggal bersama keluarganya di Jalan Tayu, Menteng, Jakarta Pusat. Di sebuah kontrakan sempit berukuran 3x11 meter, Affan tinggal bersama tujuh anggota keluarga lainnya.

Pengakuan 7 Anggota Brimob Ditangkap

Dari pemeriksaan internal divisi Propam, muncul tiga pengakuan penting dari anggota Brimob yang ada di dalam kendaraan rantis saat kejadian.

Adapun ketujuh anggota Brimob adalah Kompol Cosmas Kaju Gae, Aipda M Rohyani, Bripka Rohmat, Briptu Danang, Bripda Mardin, Bharaka Jana Edi, dan Bharaka Yohanes David.

Ketujuhnya dipastikan resmi diproses oleh Divisi Profesi dan Pengamanan (Propam) Polri.

Para polisi tersebut mengaku nyawa mereka juga terancam karena kondisi chaos. 

Pada pemeriksaan tersebut, anggota Brimob tersebut mengatakan dalam situasi mencekam itu, pintu mobil sempat ditarik massa pedemo sehingga membuat nyawa mereka terancam.

“Waktu saya maju blokade itu banyak pedemo mengikuti pak, massa itu sempat mau membuka pintu pak,” ujar anggota Brimob tersebut dalam pemeriksaan Propam yang disiarkan live, Jumat (29/8/2025).

Baca juga: Jejak Karier Kompol Cosmas Kaju Gae, Komandan Batalyon Ikut Dalam Rantis Brimob Lindas Ojol Affan

Halaman
1234
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved