OPINI
Mengenal Parameswara Sang Raja Palembang Pendiri Kerajaan Malaka
Salah satu penyebab keberhasilan Paramsewara mendirikan kerajaan Malaka adalah kemampuannya melakukan diplomasi niaga yang damai dengan menarik
Karena Parameswara tidak cukup kuat untuk bisa bertahan sendiri maka perlindungan kaisar Cina adalah harapan keniscayaan.
Dapat diduga salah satu alasan kuat Parameswara baru memaklumatkan kesultanan Malaka pada tahun 1414 M, sejak dibentuknya kerajaan Malaka yang didirikan tahun 1404 M dan mengumumkan namanya sebagai Muhammad Iskandar Syah.
Ssebagai bentuk strategi kemampuan kepemimpinannya agar kerajaan Malaka dapat diterima terlebih dahulu oleh masyarakat umumnya dan mendapat pengakuan dan perlindungan dari kaisar Cina.
Ketika kerajaan Malaka sudah besar, kuat dan kokoh secara sistem pemerintahan, sosial politik dan ekonomi, maka Parameswara memaklumatkan kesultanan Malaka, negeri dengan identitas agama Islam.
Demikian tulisan sejarah singkat tentang Parameswara sebagai raja Palembang dan pendiri kerajaan dan kesultanan Malaka.
Tulisan ini bersumber dari tulisan Jejak Islamisasi di Negeri Palembang yang ditulis oleh Guru kami Bapak Mal An Abdullah. Semoga bermanfaat. (Penulis Vixkri Mubaroq adalah seorang Guru SD IT Harapan Mulia)
Baca juga: 9 Guru yang Menjadi Pahlawan Nasional, Jasa dan Pemikirannya Dikenang Sepanjang Masa
Baca juga: Makna Guru Hebat Indonesia Kuat, Tema Peringatan Hari Guru Nasional 2025, Logo dan Filosofinya
Baca juga: Sejarah Hari Guru Nasional Diperingati Setiap 25 November & Jumlah Guru di Indonesia Tahun 2024-2025
Baca juga: 3 Contoh Teks Naskah Doa Hari Guru Nasional 2025 Menyentuh Hati, Bacaan Arab dan Indonesia
Baca juga: Panduan Susunan Acara Upacara Hari Guru Nasional 2025 Resmi dan Contoh Teks Amanat Pembina Upacara
Parameswara Palembang
Parameswara Raja Palembang
Sejarah singkat Parameswara
parameswara dari palembang ke melaka
Tribunsumsel.com
Tribunnews.com
| Hujan tak Pernah Ingkar Janji, Butuh Keberanian dalam Mengubah Pengelolaan Kota Terkait Banjir |
|
|---|
| Dari Kerinci ke OKU Selatan: Warisan Kopi Indonesia untuk Dunia |
|
|---|
| Purbaya Effect di Tengah Tiga Kegelapan Ekonomi |
|
|---|
| Pemberlakuan PP TUNAS: Memutus Rantai Adiksi, Menjemput Masa Kecil yang Hilang |
|
|---|
| Ekonomi Pasca Ramadan 2026, Tren Mudik dari Tahun ke Tahun, dan Ketidakpastian Ekonomi Global |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/sumsel/foto/bank/originals/parameswaraa.jpg)