OPINI
Hubungan Erat Perekonomian Indonesia dan Pekerja Migran Indonesia
Pertumbuhan ini tidak lepas dari transformasi ekonomi indonesia yang memiliki 3 pilar utama yaitu ketahanan pangan, kemandirian energi
Hubungan erat antara pekerja migran Indonesia dan perekonomian Indonesia tidak dapat dipisahkan karena Cadangan devisa menjadi salah satu indikator kesehatan ekonomi suatu negara.
Pada lingkup mikro remitansi berperan besar dalam konsumsi rumah tangga, keberlanjutan Pendidikan, usaha kecil dan investasi lahan seperti lahan sawah, kebun sawit dan karet.
Menjaga dan melindungi pekerja migran Indonesia sebagai pahlawan devisa berarti juga menjaga stabilitas ekonomi.
Lindungi Pekerja Migran Indonesia Menjaga Stabilitas Ekonomi
India adalah negara yang memecahkan rekor global sebagai negara dengan aliran masuk remitansi tertinggi, pada tahun 2025 sekitar USD 137 Miliar atau 2.480 triliun rupiah dari Diaspora India.
Remitansi yang tinggi tersebut digunakan untuk menjaga stabilitas ekonomi india baik dalam level mikro dan makro. Semakin meningkatnya Pekerja migran Indonesia resmi yang dilindungi sejak dari tahap sebelum keberangkatan berupa peningkatan bahasa dan kompetensi sampai kepada tahap setelah bekerja berupa pemberdayaan purna pekerja migran Indonesia turut menjaga stabilitas ekonomi.
Pada tingkat lokal, keluarga Pekerja migran indonesia dapat menggunakan uang yang dikirim untuk kebutuhan dasar dan pembelian aset atau berinvestasi, perputaran uang dalam level mikro kemudian menghidupkan usaha kecil menengah dan menggerakan roda perekonomian tingkat desa, lebih luas pada level makro hasil dari remitansi dapat digunakan sebagai pembiayaan internasional dan menyokong Cadangan devisa untuk menjaga stabilitas ekonomi.
Dengan demikian, melindungi pekerja migran Indonesia bukan hanya bentuk kepedulian terhadap warga negara yang bekerja di luar negeri, tetapi juga merupakan langkah strategis dalam menjaga ketahanan dan stabilitas ekonomi nasional di tengah tantangan ekonomi global.
Penulis :
Hermin Rahayu Pertiwi, S.K.Pm
Mahasiswa Pascasarjana Program Studi Magister Manajemen (MM)
Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB)
Universitas Tridinanti Palembang
Opini
| Otonomi Daerah di Persimpangan Jalan: Seperempat Abad Sejak Berlaku UU tentang Pemerintah Daerah |
|
|---|
| Menakar Kesalehan Sosial Sebagai Rapor Utama Pendidikan: Refleksi Hardiknas 2026 |
|
|---|
| Hujan tak Pernah Ingkar Janji, Butuh Keberanian dalam Mengubah Pengelolaan Kota Terkait Banjir |
|
|---|
| Dari Kerinci ke OKU Selatan: Warisan Kopi Indonesia untuk Dunia |
|
|---|
| Purbaya Effect di Tengah Tiga Kegelapan Ekonomi |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/sumsel/foto/bank/originals/Hermin-Rahayu-Pertiwi-SKPm-Mahasiswa-Pascasarjana-Program-Studi-Magister-Manajemen.jpg)