Berita Pagar Alam
Ludi Oliansyah Perintahkan Copot Kepala OPD Pemkot Pagar Alam Tak Hadiri Rapat Efisiensi Anggaran
Wali kota Pagar Alam, Ludi Oliansyah kecewa karena ada kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang tak hadir dalam rapat efisiensi anggaran
Penulis: Wawan Septiawan | Editor: Shinta Dwi Anggraini
TRIBUNSUMSEL.COM, PAGAR ALAM - Wali kota Pagar Alam, Ludi Oliansyah kecewa karena ada kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang tidak hadir dalam rapat efisiensi anggaran tahun 2025.
Diketahui, sesuai arahan pemerintah pusat setiap Pemerintah Daerah (Pemda) termasuk Pemerintah Kota (Pemkot) Pagar Alam dapat melakukan efisiensi anggaran tahun 2025 untuk mensingkronkan dengan program nasional.
Rapat membahas efisiensi anggaran di Pemkot Pagar Alam digelar, Selasa (8/4/2025) di ruang rapat Besemah I pada pukul 08.00 WIB.
Semua kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) diundang menjadi peserta rapat untuk membahas anggaran masing-masing OPD.
Baca juga: Geram Lihat Ruang Zaal Anak RSUD Basemah Bocor, Ludi Oliansyah Minta PPTK dan Konsultan Dipanggil
Namun sayangnya dalam rapat yang sangat penting karena merupakan perintah dari pemerintah pusat tersebut masih ada kepala OPD yang tidak hadir mengikuti rapat tersebut.
Melihat hal ini Wali kota Pagar Alam, Ludi Oliansyah kecewa dan meminta pihak Inspektorat dan BKPSDM mempelajari aturan pencopotan kepala OPD yang tak hadiri rapat tersebut.
"Rapat ini sangat penting mengingat hal ini merupakan salah satu atensi dari pemerintah pusat untuk membahas efisiensi anggaran di masing-masing Pemda untuk mensingkronkan anggaran yang ada di daerah baik dengan anggaran provinsi dan pusat," ujar Walikota.
Mengingat rapat ini sangat penting semua kepala OPD harus hadir untuk membahas anggaran mana saja yang bisa diefisienkan anggaran tahun 2025 ini.
"Sayangnya masih ada kepala OPD yang tidak hadir padahal jelas rapat ini penting untuk menjalankan program-program yang sudah disusun," katanya.
Wali Kota meminta pihak Inspektorat dan BKPSDM untuk mempelajari aturan pencopotan kepala OPD yang tidak hadir saat rapat yang dinilai sangat penting tersebut.
"Cari aturannya, jika ada dan tidak melanggar aturan yang ada copot saja kepala OPD yang tidak hadir pada rapat hari ini. Karena ini adalah rapat penting untuk membahas apa saja program yang bisa dan tidak bisa direalisasikan karena adanya efisiensi anggaran," tegas Wako.
Ditambahkan Wako, meskipun adanya efisiensi anggaran namun program-program unggulan yang sudah dirumuskan tetap harus direalisasikan agar pembangunan tetap sesuai dengan kebutuhan masyarakat Kota Pagar Alam.
Baca artikel menarik lainnya di Google News
Ikuti dan bergabung di saluran WhatsApp Tribunsumsel
| Dorong Hilirisasi, Kemenperin Siap Sulap Kopi Pagar Alam Jadi Produk Industri Unggulan |
|
|---|
| Gunung Dempo Erupsi, Kolom Abu Capai 3.500 Meter, Masyarakat Dilarang Mendekati Kawah |
|
|---|
| Polres Pagar Alam Amankan 3 Pengedar Narkotika, Satu Diantaranya Wanita, Sita Puluhan Gram Sabu |
|
|---|
| Progres Pembangunan SMA Taruna Nusantara Pagar Alam Capai 70 Persen, Juli 2026 Mulai Beroperasi |
|
|---|
| Pemuda di Pagar Alam Ditangkap Polisi, Simpan 800 Gram Narkoba Jenis Ganja di Rumah |
|
|---|
