Berita OKI

Solusi Muchendi, Setelah Petani di OKI Ngeluh, Hasil Padi Tak Terserap Secara Maksimal Oleh Bulog

Menurutnya peningkatan tersebut juga ditopang oleh program oplah (optimalisasi lahan) sebesar 46.762 hektar serta program cetak sawah.

Penulis: Winando Davinchi | Editor: Slamet Teguh
Tribunsumsel.com/ Winando Davinchi
PANEN RAYA - Gubernur Sumsel, Herman Deru Saat Panen Raya di OKI, Senin (7/4/2025). Solusi Muchendi, Setelah Petani di OKI Ngeluh, Hasil Padi Tak Terserap Secara Maksimal Oleh Bulog 

TRIBUNSUMSEL.COM, KAYUAGUNG -- Memiliki luasan total lahan baku persawahan 104.000 hektare, maka Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) tercatat menghasilkan 564.000 ton gabah kering giling atau meningkat dari tahun 2023 sebelumnya 38.530 ton.

Bupati OKI, H. Muchendi Mahzareki mengatakan produksi yang dihasilkan terdiri dari 4 tipe lahan yaitu lahan lebak, pasang surut, tadah hujan dan lahan kering.

Menurutnya peningkatan tersebut juga ditopang oleh program oplah (optimalisasi lahan) sebesar 46.762 hektar serta program cetak sawah.

"Teruntuk tahun 2025 target oplah seluas 24.000 hektar dan sudah terealisasi 4.510 hektar. Sedangkan cetak sawah target sebesar 26.364 hektar dan terealisasi 2.005 hektar sedang dalam proses SID (survey investigasi dan design)," paparnya saat kegiatan panen raya serentak di Desa Cahya Maju Kecamatan Lempuing pada Senin (7/4/2025) siang.

Menurutnya, tantangan peningkatan produksi tidak sedikit mulai dari perubahan iklim, serapan gabah petani yang minim dan status lahan

"Misalnya ada lahan yang dimiliki masyarakat, ada juga lahan milik  perusahaan-perusahaan yang didalamnya ada HGU yang belum tergarap. Maka diharapkan dibantu administrasi agar bisa dioptimalkan untuk lahan pertanian," ungkapnya.

Selain itu, Muchendi menyebut ada tantangan lain terkait penyerapan padi yang kurang maksimal dan meminta Perum Bulog menyerap gabah kering panen (GKP) di tingkat petani sesuai kebijakan harga pembelian pemerintah (HPP) sebesar Rp 6.500 per kilogram.

"Saya menitipkan harapan ke Bulog, agar upaya kami dalam menjadikan OKI sebagai lumbung pangan di Sumsel dapat didukung penuh, melalui kesediaan Bulog dalam menerima seluruh hasil panen petani dengan harga terbaik sesuai ketetapan pemerintah," pesannya.

Baca juga: Bulog Sumsel dan Babel Ingatkan Petani Jaga Kualitas Gabah dengan Panen Sesuai Masa Tanam

Baca juga: Pastikan Penyerapan Gabah Petani di OKU Timur, Bulog Tegaskan Siap Hadapi Gelombang Panen Raya

Muchendi menceritakan curhat petani terkait permasalahan yang terjadi di lapangan. Dimana belum seluruh hasil panen petani diterima oleh Bulog.

"Sebagian ada yang diterima di bawah harga resmi, bahkan ada yang sudah datang membawa hasil panen tapi ditolak dengan alasan gudang penuh," terangnya.

Maka dari itulah, Muchendi memiliki solusi dikarenakan Pemkab OKI ada aset berupa bekas Rice Milling Unit (RMU) lengkap dengan tempat penyimpanan padi yang dapat dimanfaatkan sebagai gudang.

"Tempatnya berada di Desa Tebing Suluh, kami memiliki aset yang bisa dijadikan gudang penyimpanan. Bangunan ini sekitar 15 tahun yang lalu memang beroperasi sebagai pabrik beras, namun 10 tahun terakhir sudah tidak beroperasi," bebernya.

Dengan begitu Muchendi akan segera mengusulkan ke pemerintah provinsi Sumsel dan Bulog, agar bisa memfungsikan kembali gedung tersebut.

"Minimal dapat dijadikan gudang penyimpanan untuk menyimpan hasil panen, karena ke depan, produksi padi pasti semakin meningkat," pintanya.

 

 

Baca berita Tribunsumsel.com lainnya di Google News

Ikuti dan bergabung dalam saluran whatsapp Tribunsumsel.com

 

 

 

 

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved