Kisah Fidya Kamalinda

Respon Orang Tua Fidya Kamalinda Atlet Taekwondo usai Putrinya Muncul Ngaku Kabur Disiksa Ayah

Orang tua Fidya Kamalinda atlet Taekwondo tetap mengharapkan putrinya untuk kembali pulang ke pangkuan mereka meski Fidya muncul mengaku disiksa ayah

Penulis: Aggi Suzatri | Editor: Weni Wahyuny
tiktok/ryukijanessa/TVONE
ATLET TAEKWONDO HILANG. (kiri) Orang tua Fidya Kamalinda atlet Taekwondo tetap mengharapkan putrinya untuk kembali pulang ke pangkuan mereka meski Fidya muncul mengaku disiksa ayah. (kanan) Fidya Kamalinda membantah dilaporkan hilang, Kamis, (6/3/2025). 

"Saya tidak mengerti kenapa, mungkin karena dia mempunyai ambisi yang besar terhadap saya untuk menghasilkan uang,  usahanya tidak mengalami kemajuan pada saat itu mungkin sampai sekarang," katanya.

"Sejak saya kecil orangtua hanya mengandalkan salah satu pengurus taekwondo yang tinggal di rumah kami  untuk membiayai kami, aneh, dia bahkan bukan murim bagi saya," imbuhnya.

Tak cuma karena dianiaya, Fidya Kamalinda juga merasa sangat gerah dengan sikap orangtuanya yang selalu pergi ke dukun sebelum dirinya bertanding.

"Orangtua saya ini suka sekali datang ke dukun. Setiap kali saya ingin bertarung dibawa ke dukun, dijampe-jampe, meminta air doa, mandi bunga dan itu dilakukan setiap kali saya ingin berkompetisi," ujar Fidya Kamalinda.

"Terkadang saya merasa bingung. Kenapa harus seperti ini," tambahnya.

Mendapatkan siksaan mental dan fisik, Fidya Kamalinda bertahun-tahun memilih untuk memendamnya.

Fidya Kamalinda mengaku bingung untuk bercerita ke siapa soal penderitaannya, pasalnya ia yakin tak akan ada yang mempercayai ucapannya.

Baca juga: Kisah Fidya Kamalinda, Atlet Taekwondo Bandung Hilang 10 Tahun Akhirnya Muncul, Ngaku Sengaja Kabur

Puncaknya di usianya ke-21 tahun, Fidya Kamalinda memberanikan diri untuk keluar dari cengkraman orangtuanya.

"Saat itu umur saya sudah 21 tahun. Saya merasa aku bisa memilih hidupku sendiri. Mengapa aku berani? Karena saya sudah merasa lelah selama bertahun-tahun," ujar Fidya Kamalinda.

"Saya merasa punya hak atas hidup saya sendiri. Meskipun mereka bilang, Anda seharusnya bersyukur karena dibesarkan oleh kami. Siapa yang ingin dilahirkan di dunia?" imbuhnya.

Bahkan, untuk biaya kuliah sendiri pun Fidya berusaha sendiri tanpa bantuan dari kedua orang tuanya.

"Uang bulanan saya, uang gaji saya orang tua saya yang nikmatin, padahal saya juga pengin kayak orang-orang pengin kuliah, tapi apa buktinya saya lulus kuliah 3 tahun pun saya gak dikuliahin sama bapak saya," beber Fidya.

Fidya akhirnya memutuskan untuk berjualan online setelah kabur dari rumah.

"Saya kuliah pakai uang saya sendiri itu dari hasil jualan online, karena uang pertandingan diambil semua sama beliau," terangnya.

Fidya juga menyatakan bahwa kini ia hidup bahagia bersama suami dan anaknya. 

Halaman
1234
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved