Kisah Fidya Kamalinda

10 Tahun Kabur Diduga Disiksa Ayah, Fidya Eks Atlet Taekwondo Kini Sudah Menikah, Pilih Wali Hakim

Dia mengklarifikasi terkait isu atau pemberitaan yang menyebutnya hilang dari rumah sejak 2015.

Editor: Weni Wahyuny
Tiktok/@ryuki.janessa/dreamfightwin
EKS ATLET TAEKWONDO KABUR - (kiri) Tangkap layar Fidya Kamalinda, atlet Taekwondo Kota Bandung, Jawa Barat 10 tahun lalu. (kanan) Fidya Kamalinda membantah dilaporkan hilang, Kamis, (6/3/2025). Fidya Kamalinda, atlet Taekwondo Kota Bandung, Jawa Barat yang dikabarkan menghilang sejak tahun 2015 kini muncul dan sudah menikah. 

TRIBUNSUMSEL.COM, BANDUNG - Fidya Kamalinda (29) mantan atlet taekwondo asal Bandung, Jawa Barat, jadi sorotan setelah muncul usai dirinya disebut hilang selama 10 tahun.

Bukan hilang, Fidya mengaku sengaja kabur dari orang tuanya karena kerap disiksa.

Saat kabur, Fidya masih berusia 21 tahun.

10 tahun meninggalkan orang tua, Fidya memutuskan menikah tanpa ayahnya yang harusnya menjadi wali.

Pernikahannya dilakukan di Bekasi dengan menggunakan wali hakim

"Setelah saya kabur dari rumah, saya ketemu laki-laki yang alhamdulillah menerima saya yang sekarang jadi suami saya. Saya menikah dengan beliau di bawah tangan wali hakim di Bekasi saat itu dan sekarang saya sudah punya anak," katanya dalam Instagram.

Baca juga: Respon Orang Tua Fidya Kamalinda Atlet Taekwondo usai Putrinya Muncul Ngaku Kabur Disiksa Ayah

Dia mengklarifikasi terkait isu atau pemberitaan yang menyebutnya hilang dari rumah sejak 2015.

Fidya membantah atas apa yang disampaikan ayahnya, Hindarto ke media.

Menurutnya, dia keluar rumah atas keinginannya sendiri yang telah dia tahan sejak kecil.

"Saya ingin keluar dari rumah, karena sering mendapatkan kekerasan dari bapak sejak kecil. Kekerasan pertama yang saya dapatkan ialah waktu saya usia lima tahun. Saya dijambak, ditendang, dan diseret sama bapak sendiri dan tindakan itu saya alami di tahun-tahun berikutnya," katanya.

Fidya menegaskan, dia punya hak atas hidupnya walau orangtuanya mengatakan kepadanya mesti bersyukur telah dipelihara.

"Sampai saya waktu itu terbang ke Riau juga karena keinginan dan ambisi mereka supaya saya harus ikut PON waktu itu, karena setiap saya kalah itu saya pasti dapat tekanan fisik, verbal dari bapak saya dan bingung saat itu saya mau speak up, mau cerita ke siapa mungkin karena tidak akan mungkin ada yang percaya ya sama anak," katanya.

Baca juga: Awal Mula Fidya Kamalinda, Atlet Taekwondo Kabur usai Disiksa Ayah hingga Dilaporkan Hilang 10 Tahun

Fidya bercerita soal dia pernah diperiksa di Polda Jabar.

 Katanya, dia sempat dimediasi pihak kepolisian bersama dengan orang tuanya.

"Saya dipanggil ke Polda Jabar masih ada bapak Kanitnya di situ. Saat itu saya bolak-balik berbulan-bulan karena dimediasi oleh mereka."

Halaman
12
Sumber: Tribun Jabar
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved