Harga Gabah

Bulog Terapkan Harga Baru, Siap Serap Gabah Petani Seharga Rp 6.500 Perkilo

Perum Bulog menyatakan siap menyerap gabah dan beras dari petani dengan harga pembelian pemerintah atau HPP baru.

Editor: Slamet Teguh
Tribunsumsel.com
Wakil Menteri Pertanian di dampingi Anggota Komisi IV DPR RI, Staf Ahli Menteri Pertanian, Tenaga Ahli Menteri Pertanian, Wakil Bupati Ogan Ilir, Komandan Kodim 0402, Forkompinda Ogan Ilir dan UPT Vertikal Kementerian Pertanian yang ada di Sumatera Selatan melakukan Panen Raya di Desa Pelabuhan Dalam, Kecamatan Pemulutan, Kabupaten Ogan Ilir, Senin (13/1/2025). 

"Kalau di Tanjung Lago, harga gabah Rp 5.500 perkilogramnya. Tapi, saya tanya dengan teman di Muara Telang harga gabah di sana Rp 5.100 perkilogramnya. Sedangkan, harga dari pemerintah katanya Rp 6.500 perkilonya. Tetapi dilapangan tidak sepertu itu, jauh selisihnya," kata Martoyo petani padi di Kecamatan Tanjung Lago, Minggu (12/1/2025).

Dengan harga yang seenaknya ditentukan para tengkulak, petani yang menjadi pahlawan pangan tidak dapat berbuat banyak. Mereka hanya bisa menjerit, hingga mengalami rugi lantaran harga yang ditetapkan tengkulak.

Jangankan untuk mendapatkan keuntungan dari panen yang petani lakukan, terkadang petani juga harus menanggung hutang lantaran tidak bisa membayar tagihan hutang selama proses penanaman padi.

"Benih, pupuk sampai sewa mesin panen. Bagaimana bisa untung, dari situ saja semuanya sudah mahal mulai dari benih, pupuk sampai sewa mesin panen," ungkapnya.

Para petani padi menuntut pemerintah untuk mengambil langkah terhadap harga yang ada di lapangan saat ini, karena sudah sangat merugikan petani. Jangan hanya bisa menetapkan harga, tetapi kenyataan dilapangan harga sangat jauh berbeda.

Belum lagi, nantinya akan dilaksanakan panen raya. Seperti pengalaman sebelumnya, harga padi bisa jauh lebih anjlok, bahkan bisa menembus harga hanya Rp 4.300 perkilonya.

"Makanya, banyak petani sekarang ini memilih untuk mengalihkan sawahnya untuk ditanami sawit. Karena, dianggao lebih menguntungkan ketimbang menanam padi," pungkasnya. 

 

 

 

 

Baca Berita Tribunsumsel.com Lainnya di Google News

Ikuti dan Bergabung Dalam Saluran Whatsapp Tribunsumsel.com

Halaman 3/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved