Berita OKU Timur

Segini Jarak Minimal Antara Sumur Bor, Kepala DLH OKU Timur : Jika Terlalu Dekat Berpotensi Longsor

Jarak Minimal Antara Sumur Bor, Jangan Terlalu Dekat Sebab Bisa Berpotensi Longsor.

Surya.co.id/izi
Ilustrasi Sumur Bor -- Segini jarak minimal antara sumur bor, jangan terlalu dekat sebab berpotensi longsor. 

TRIBUNSUMSEL.COM, MARTAPURA - Jarak antara sumur bor sangat perlu diperhatikan untuk mencegah dampak buruk jika dibuat terlalu dekat. 

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten OKU Timur Feri Hadiansyah, ST MM mengatakan, dampak lingkungan sumur bor secara geologis dapat berpotensi mengakibatkan longsor.

Lantaran pembangunan sumur bor yang jarak antara sumurnya terlalu dekat.

"Hal ini disebabkan pengambilan air secara terus menerus. Sehingga membentuk cekungan di bawah tanah. Oleh karena itu jika terlalu dekat jarak antar sumur bor potensi longsor akan semakin besar," katanya. 

Feri menjelaskan, jarak antar sumur bor kurang lebih 50 sampai 100 meter.

Sedangkan jarak ideal sumur bor dengan septik tank minimal 10 meter.

Baca juga: Progres Coklit di Ogan Ilir Capai 96,32 Persen, KPU Sebut Banyak Perubahan Data Pemilih

Lanjut dikatakan, dengan dibuatnya sumur bor maka  lambat laun ketersediaan air bawah tanah akan berkurang.

Sehingga semakin dekat jarak antar sumur bor akan semakin cepat air bawah tanah habis.

"Lalu dengan jumlah yang banyak mengakibatkan beberapa sumur bor yang tidak terlalu dalam akan kering hanya beberapa sumur bor yang dapat bertahan lama," bebernya. 

Sementara terpisah, Mulyadi salah satu pembuatan jasa sumur bor mengatakan, untuk proses pembuatan sumur bor ini tergantung dari kondisi kultur tanah. Biasanya untuk kedalaman 15 meter bisa memakan waktu kurang lebih selama 8 jam.

Sedangkan jika tanahnya terdapat berbatuan bisa lebih lama lagi bahkan sampai dua hari.

"Saya menerima panggilan jasa untuk membuat sumur bor ini sudah sejak lama. Kebanyakan masyarakat yang di dataran tinggi yang sulit sumber air. Ada juga masyarakat yang baru membuat rumah sehingga langsung membuat sumur bor," tuturnya.

Ia juga menyampaikan, beberapa waktu terakhir ini ada beberapa masyarakat yang membuat sumur bor mengunakan jasanya.

Di Kelurahan Paku Sengkunyit ini ada sekitar lima rumah yang sudah membuat sumur bor. Namun jarak rumahnya berjauhan.

"Untuk biaya pembuatan sumur bor ini dihitung per meter dengan harga Rp 100.000 per meternya. Harga tersebut tidak masuk pipa paralon dan juga lem pipa serta pompa air," ucapnya. 

Sedangkan untuk pipa paralonnya itu dari yang memesan sumur bor itu sendiri.

"Ya kalau sekalian kami yang membelikan pipa paralon bisa juga. Namun kebanyakan masyarakat yang membuat sumur bor ini membeli sendiri pipa paralonnya," pungkasnya. 
 

 

Baca artikel menarik lainnya di Google News

Ikuti dan bergabung di saluran WhatsApp Tribunsumsel

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved