Perundungan di Muratara
Bocah SD Dikeroyok Siswa SMP di Muratara Viral, Direkam dan Ditertawakan, Keluarga Minta Keadilan
Seorang siswa SD berinisial RS di Kabupaten Muratara viral menjadi korban perundungan sejumlah pelajar SMP.
Penulis: Eko Hepronis | Editor: Shinta Dwi Anggraini
Ringkasan Berita:
- Seorang siswa SD berinisial RS di Kabupaten Muratara viral menjadi korban perundungan.
- Korban dipukuli bertubi-tubi oleh sejumlah pelajar SMP hingga videonya viral di media sosial.
- Keluarga korban yang memiliki keterbatasan finansial sangat berharap adanya keadilan.
TRIBUNSUMSEL.COM, MURATARA -- RS, seorang pelajar Sekolah Dasar (SD) di Desa Sungai Lanang, Kecamatan Rawas Ulu, Kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara), Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel), viral menjadi korban perundungan.
Korban dianiaya oleh sejumlah pelajar Sekolah Menengah Pertama (SMP).
Peristiwa perundungan ini viral di media sosial setelah diposting akun Facebook Info Kriminal Linggau yang memperlihatkan korban awalnya ditantang berkelahi oleh teman-temannya.
Lalu korban dipukuli bertubi-tubi hingga terjatuh. Mirisnya, saat pengeroyokan terjadi, kejadian itu malah direkam dan terdengar suara tawa orang-orang di sekitarnya.
Hasil penelusuran lapangan, peristiwa tersebut diketahui terjadi pada Selasa, (2/6/2026) lalu sekira pukul 14.30 WIB siang, di Dusun I (Satu), Desa Sungai Lanang, tepatnya di lingkungan sekitar sekolah.
Kakak korban, Fuspa mengungkapkan dan berharap aparat penegak hukum (APH), pemerintah daerah, serta dinas terkait dapat memberikan perhatian serius terhadap kasus yang menimpa adiknya.
"Kami sebagai keluarga yang memiliki keterbatasan secara finansial hanya menginginkan keadilan untuk adik kami. Kami berharap para pelaku dapat diproses sesuai ketentuan hukum yang berlaku," ungkap Fuspa kepada wartawan, Rabu (10/6/2026).
Menurutnya, keluarga meminta agar pihak yang diduga melakukan pemukulan terhadap korban bertanggung jawab atas perbuatannya dan kasus tersebut diproses secara transparan sesuai dengan peraturan yang berlaku.
"Kami berharap ada keadilan bagi adik kami dan para pelaku mempertanggungjawabkan perbuatannya sesuai hukum yang berlaku," tambahnya.
Sementara, Kapolsek Rawas Ulu, Iptu Hari Soeharto membenarkan adanya peristiwa perundungan tersebut, pihaknya telah melakukan pengecekan di lapangan.
"Kejadiannya itu di luar jam sekolah. Mereka belum melapor, semalam dimediasi oleh kades. Meskipun sudah dimediasi akan kami datangi, kami lakukan pembinaan dulu karena belum ada yang melapor," ungkapnya.
Dia mengungkapkan antara korban dan pelaku merupakan satu dusun dan teman sepermainan sehari-hari.
"Kejadiannya siang saat mereka pulang sekolah di luar sekolah, korban merupakan anak SD," ujarnya.
Baca artikel menarik lainnya di Google News
Ikuti dan bergabung di saluran WhatsApp TribunSumsel.com
| Daftar Harga BBM di SPBU Sumsel per 10 Juni 2026: Pertamax Naik Rp4.050 Jadi Rp16.650 per Liter |
|
|---|
| Resmi Naik, Daftar Harga BBM Terbaru Seluruh Indonesia 10 Juni 2026, Pertamax dan Green Melonjak |
|
|---|
| Breaking News: Harga BBM Pertamax Naik per 10 Juni 2026, di Sumsel Tembus Rp16.650 per Liter |
|
|---|
| Masih Misteri, Polisi Lakukan Penyelidikan Ungkap Penyebab Janda di Muara Enim Tewas di Kamar Kosan |
|
|---|
| Ini Peran Adi Triadi Keponakan Bupati Muara Enim dalam Pusaran Kasus Suap, Kini Ditetapkan Tersangka |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/sumsel/foto/bank/originals/Bocah-SD-Dikeroyok-Siswa-SMP-di-Muratara-Viral-Direkam-dan-Ditertawakan-Keluarga-Minta-Keadilan.jpg)