Berita OKU Timur
Dari Sumsel ke Panggung Nasional, Herman Deru Disebut Layak Dipertimbangkan Maju Cawapres 2029
Ketua Lembaga Pembina Adat OKU Timur menilai Gubernur Sumsel Herman Deru layak dipertimbangkan sebagai calon Wakil Presiden RI 2029–2034.
Penulis: Choirul Rahman | Editor: Shinta Dwi Anggraini
Ringkasan Berita:
- Ketua Lembaga Pembina Adat OKU Timur menilai Gubernur Sumsel Herman Deru sangat layak dipertimbangkan sebagai calon Wakil Presiden RI periode 2029–2034.
- Dukungan ini didasarkan pada ketokohan Herman Deru di Sumbagsel, rekam jejak kepemimpinan 20 tahun dan kedekatan kulturalnya dengan adat daerah.
- Meskipun memiliki capaian besar di daerah, Herman Deru dinilai masih harus menghadapi tantangan popularitas di tingkat nasional.
TRIBUNSUMSEL.COM, MARTAPURA -- Ketua Lembaga Pembina Adat Kabupaten OKU Timur, Leo Budi Rachmadi, menilai Gubernur Sumatera Selatan, Herman Deru, sudah layak dan wajar dipertimbangkan sebagai calon Wakil Presiden Republik Indonesia periode 2029–2034.
Penilaian tersebut didasarkan pada sejumlah faktor yang dinilai menjadi modal politik kuat bagi Herman Deru, mulai dari ketokohan di kawasan Sumatera Bagian Selatan (Sumbagsel), pengalaman panjang di pemerintahan, hingga kedekatannya dengan adat dan budaya masyarakat Sumatera Selatan.
Menurut Leo Budi Rachmadi, Herman Deru merupakan salah satu tokoh daerah yang memiliki pengaruh besar di wilayah Sumbagsel.
Selain itu, ia juga memiliki keterikatan historis dan kultural yang kuat dengan masyarakat Sumatera Selatan karena berasal dari garis keturunan yang masih terkait dengan tradisi dan budaya Sriwijaya melalui masyarakat Komering dan Lampung.
"Beliau memiliki ketokohan yang kuat di Sumbagsel. Di samping itu, secara kultural memiliki akar yang kuat dengan adat dan budaya yang berkembang di wilayah ini," ujar Leo, Selasa (9/6/2026).
Dari sisi pengalaman pemerintahan, Leo menilai rekam jejak Herman Deru menjadi salah satu keunggulan yang sulit diabaikan.
Selama kurang lebih dua dekade, Herman Deru telah mengemban amanah sebagai kepala daerah.
Mulai dari Bupati OKU Timur dua periode dari 2005–2010 dan 2010–2015 hingga menjabat Gubernur Sumatera Selatan dua periode 2018–2023 dan 2025–2030.
"Jam terbang beliau di pemerintahan sangat tinggi. Pengalaman memimpin daerah selama sekitar 20 tahun menjadi modal yang sangat berharga apabila suatu saat diberi amanah di tingkat nasional," katanya.
Baca juga: Bupati Muara Enim Edison Terjaring OTT, Gubernur Herman Deru Tunggu Rilis KPK untuk Tunjuk Plt
Leo juga menyoroti capaian Herman Deru saat memimpin Kabupaten OKU Timur selama dua periode.
Menurutnya, pada masa kepemimpinan tersebut terjadi penurunan angka kemiskinan serta percepatan pembangunan yang mengubah wajah sejumlah pusat pertumbuhan daerah, khususnya Kota Martapura dan Belitang.
Selain pembangunan fisik, Leo menilai keberhasilan lain terlihat dari tingginya tingkat partisipasi masyarakat dalam demokrasi.
Ia menyebut OKU Timur pernah mencatatkan tingkat partisipasi pemilih di atas 95 persen pada Pilkada 2010 dan memperoleh tiga penghargaan Rekor MURI yang berkaitan dengan pelaksanaan pesta demokrasi tersebut.
"Bukan hanya pembangunan yang berjalan, tetapi kesadaran politik masyarakat juga tumbuh dengan baik. Itu menjadi salah satu indikator keberhasilan kepemimpinan daerah," ujarnya.
Saat memimpin Sumatera Selatan, Leo melihat pola kepemimpinan Herman Deru tetap konsisten.
| Sosok Cicilia Eny, ASN di OKU Timur Peraih Penghargaan Kalpataru, Ubah Sampah Jadi Berkah Lingkungan |
|
|---|
| Penyebab Sunarko, Anggota KPU OKU Timur Dipecat DKPP RI, Serumah Dengan Wanita Bukan Istri & Pungli |
|
|---|
| Anggota KPU OKU Timur, Sunarko Dipecat DKPP RI Karena Melanggar Kode Etik |
|
|---|
| Polres OKU Timur Tangkap 4 Pelaku Kasus Curat dan Curas, Salah Satu Pelakunya Buron Sejak 2015 |
|
|---|
| Masuk Bursa Simulasi Pilgub Sumsel, Bupati OKU Timur Lanosin : Masih Fokus Tuntaskan Amanah Daerah |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/sumsel/foto/bank/originals/Herman-Deru-Kenang-Sejarah-Kabupaten-OKU-Timur-dari-Pemekaran-Hingga-Jadi-Lumbung-Pangan-Nasional.jpg)