DPO Kasus Vina Cirebon Ditangkap

Tangis Basari Ketua RW Jenguk Terpidana Kasus Vina, Tak Percaya Terduga Pelaku Bunuh Vina dan Eky

Inilah tangis Basari sang Ketua RW saat menjenguk para terpidana ditahan di lapas, tak percaya para terduga pelaku bunuh Vina dan Eky..

youtube/KOMPASTV
Tangis Basari Ketua RW Jenguk Terpidana Kasus Vina, Tak Percaya Pelaku Bunuh Vina dan Eky 

Laporan Wartawan Tribunsumsel.com, Thalia Amanda Putri

TRIBUNSUMSEL.COM - Basari selaku Ketua RW 10 Karya Bakti kini menangis saat menemui para terpidana kasus Vina Cirebon di Lembaga Permasyarakatan atau Lapas.

Bukan tanpa sebab, Basari merasa sedih melihat para terpidana ditahan lantaran dirinya tak percaya jika pelaku benar pembunuh Vina dan Eky pada tahun 2016 silam.

Baca juga: BAP Liga Akbar Dicabut, Nasib Pegi Setiawan di Kasus Vina dan Eki Cirebon, Pengacara Yakin Bebas

Menurut Basari, ia juga mengenal beberapa terpidana yang merupakan warga serta kerabat dekatnya.

"Ya memang saya rasa tidak percaya. Bahkan ada family saya ditangkap konon katanya anak-anak geng motor merkosa saudari Vina. Saya tetap enggak percaya," kata Basari dikutip dari tayangan Kompas TV.

Basari menjelaskan dirinya tidak menjabat sebagai Ketua RW saat peristiwa kematian Vina Cirebon.

Basari merupakan pengurus RW periode tahun 2002 hingga 2014. Lalu kembali menjabat sebagai Ketua RW pada tahun 2017-2020.

Di November 2017 itu kemudian Basari menjabat lagi sebagai Ketua RW meminta izin kepada orangtua para terpidana untuk menjenguk anak-anaknya di Lapas.

"Saya mohon maaf, saya mau jenguk anak bapak saya ingin tahu kondisi, mereka mengizinkan," kata Basari.

Cerita Ketua RW 10 Karya Bakti, Basari mengunjungi lapas para terpidana kasus Vina Cirebon.
Cerita Ketua RW 10 Karya Bakti, Basari mengunjungi lapas para terpidana kasus Vina Cirebon. (Youtube Kompas TV)

Kemudian, Basari bersama orangtua para terpidana berangkat ke Lapas.

"Saya tanyakan ke anak-anak kenal (Vina). Bukan saya ga percaya ke kalian, bahkan mereka bilang abah kalau enggak percaya enggak usah kesini," kata Basari.

"Saya merinding nangis, enggak percaya kalian melakukan. Bahasa mereka tuh demi Allah, Demi Rasulullah, saya enggak melakukan. Kalau abah enggak percaya mending abah pulang," ujar Basari menirukan ucapan para terpidana.

Saat itu, Basari bertemu dengan Saka Tatal, Sudirman, Eko Ramdani, Eka Sandy dan Jaya.

"Karena mereka tiap hari pasti ketemu di warung, saya tetap enggak percaya (mereka membunuh Vina)," imbuhnya.

Basari mengatakan dirinya membuka warung di wilayah tersebut. Warung tersebut buka pada pagi hari dan tutup menjelang maghrib.

Halaman
1234
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved