Pemilihan Walikota Palembang 2024

Modal Elektabilitas, Ratu Dewa Disebut Pengamat Jadi Rebutan Partai Besar di Pilkada Palembang 2024

Dengan statusnya seorang ASN dan bukan kader partai, pastinya Ratu Dewa menjadi sosok primadona dan jadi rebutan partai besar nantinya akan mengusung.

Penulis: Arief Basuki Rohekan | Editor: Slamet Teguh
Tribunsumsel.com
Pj Walikota Palembang Ratu Dewa, Disebut Pengamat Menjadi Rebutan Partai Besar Untuk Maju di Pilkada Palembang 2024. 

TRIBUNSUMSEL.COM, PALEMBANG - Elektabilitas yang dimiliki Pj (Penjabat) Walikota Palembang Ratu Dewa saat ini paling tinggi dibanding kandidat lainnya, seperti mantan Wakil Walikota Palembang Fitrinti Agustinda yang akan bertarung di Pilkada Palembang November 2024 mendatang. 

Dengan statusnya seorang ASN dan bukan kader partai, pastinya Ratu Dewa menjadi sosok primadona dan jadi rebutan partai besar nantinya akan mengusung. 

Hal ini diungkapkan Pengamat politik dari Universitas Sriwijaya (Unsri) Dr Adiryan Saptawan melihat dinamika politik jelang Pilkada Palembang. 

"Pilkada Palembang kita prediksi 3 Paslon (pasangan calon) meski pernah 4 Paslon, tapi menurut saya melihat situasi sekarang paling 3 paslon," kata Adryan, Rabu (29/5/2024).

Ditambahkan Adriyan dengan popularitas dan elektabilitas Ratu Dewa saat ini teratas, sehingga peluang Dewa bergabung dengan Fitri di Pilkada akan sulit terwujud, meski kemungkinan bisa terjadi yang menjadikan semakin kuat pasang itu nantinya. 

"Rasanya kalau bersatu tidak ada lawan rasanya tidak juga, kalau lihat popularitas keduanya ok lah, karena keduanya memang memiliki jabatan kemarin. Tapi kalau lihat segi lain disana  ada kandidat lain termasuk Basyaruddin (istilah sekandang) yang pendekatan ke pembangunan, sedangkan Dewa dan Fitri untuk kesejahteraan (ia hanya mendorong yang ada sekarang), " ungkapnya. 

Menurut Adriyan partai- partai besar yang dominan sebagai pioner seperti PDIP, Gerindra dan Golkar sendiri hingga saat ini belum memiliki kader 'mumpuni' untuk diusung sebagai balon Walikota, jikapun ada hanya untuk balon Wakil Walikota.

"Jadi, seperti PDIP dengan menggandeng satu partai lagu sudah cukup koalisi (untuk mengusung), termasuk Gerindra kalau bersama Golkar lebih cukup mengusung. Nah ada sisa yang tidak tergabung kelompok mereka bisa menentukan pilihan sendiri, termasuk kalau dari jalur independen ada yang maju, dan lihat peluangnya ada, jika melihat sebaran legislatif kemarin tidak mencolok suara partai menguasainya, " terang Adriyan. 

Baca juga: Yudha Pratomo Masih Cari Pendampingnya di Pilkada Palembang 2024, Sebut Lagi Menjajaki

Baca juga: PKB Tunjuk Nandriani Octarina Maju Sebagai Bakal Calon Walikota di Pilkada Palembang 2024

Diungkapkan Adriyan, partai-partai politik saat ini masih menggunakan gaya lama, sehingga yang memilih mereka juga orang-orang lama jadi partisan mereka saja. 

"Sehingga kalau partai kecil itu tidak bergabung dengan partai besar, maka independen bisa kuat, dan jika berani tampil beda mereka punya peluang, asal tim kampanye suksesnya kuat, sebab kadang lemahnya itu akibat cost politik tinggi, " tandasnya. 

Kedepan ia melihat, tak menutup kemungkinan untuk koalisi parpol di Pilkada Palembang bisa terusan dari koalisi di Pilpres lalu, namun kondisi di lapangan berbeda. 

"Kalau melihatnya harus dari kontestasi nasional, karena pemilihan atas restu DPP mereka, dan ini ada kaitannya koalisi di Pilpres pengaruh itu cukup besar meski tidak mutlak. Karena variasi di daerah agak bermacam-macam, kadang koalisi 01, 02 sebagian merapat dan kalau dilihat di Palembang yang sedang naik Dewa, Fitri, Yudha, dan Basyarudin, " tandasnya. 

Dewa dan Fitri sendiri kemungkinan besar tidak kesulitan untuk mendapatkan partai koalisi mendatang, sedangkan kandidat lain masih harus menyakinkan untuk mengusung mereka. 

"Seperti Yudha harus kerja keras, karena pendukungnya masih kurang, serta PKB masih galau, " capnya. 

Ia pun menilai, dalam menentukan pasangan sering kali mempengaruhi, apakah nanti bisa lebih meningkat dan menurun dukungan masyarakat. 

Halaman
12
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved