Pilgub Sumsel 2024

Herman Deru Santai, Setelah Banyak Calon Rival yang Deklarasikan Diri Maju di Pilgub Sumsel 2024

Pemilihan Gubernur (Pilgub) provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) 2024 mulai semarak, dengan kehadiran bakal pasangan calon Gubernur dan Wakil Gubernur.

Penulis: Arief Basuki Rohekan | Editor: Slamet Teguh
Tribunsumsel.com/ Arief Basuki Rohekan
Herman Deru saat mengembalikan formulir pendaftaran Balongub dari PDIP, Senin (20/5/2024). 

"Ini masih menunggu rekomendasi resmi dari DPP, dan berdasarkan prestasinya. Ketua partai belum tentu jadi jaminan dapat rekomendasi, seperti PPP dinonaktifkan karena tidak berprestasi itu sederhana, dan pertanyaan apakah ketua partai saat ini banyak atau ada prestasi, " tuturnya. 

Sedangkan terkait santernya Mawardi Yahya 'bercerai' dengan Harnojoyo, dan akan berpasangan dengan RA Anita Noeringhati di Pilgub Sumsel November mendatang. Hal itu belum jadi jaminan, keduanya resmi berpasangan hingga mendaftar di KPU. 

"Semua masih bisa berubah, sebelum munculnya B1 kwk bisa berubah, B1 kwk yang sudah keluar saja bisa berubah, kecuali jika sudah didaftarkan ke KPU. Contoh sederhana Pilkada di OKU Timur 2020 lalu, SK partai yang keluar dicabut lagi dan dukungan berubah, " paparnya. 

Disisi lain, sosok Mawardi- Anita menurutnya ada kelebihan, Mawardi pengalaman di legislatif dan eksekutif, sedangkan Anita di legislatif hingga menjabat ketua DPRD Sumsel saat ini. 

"Tetapi kekurangan Anita itu tidak punya basis yang tetap, karena Pilkada Sumsel ini melihat dari mana sukunya. Selama ini suku besar di Sumsel Komering atau Basemah, nah kalau soal Jawa itu beda meski jumlahnya besar namun mencair, " tuturnya. 

Ditambahkan Junaidi, semua partai politik pastinya ingin menang dalam Pilkada nanti, dan pastinya semua bisa berubah sebelum resmi mendaftar di KPU. 

Termasuk juga jika mengacu pada Pilgub 2018 lalu yang diikuti 4 pasangan calon, semua kemungkinan bisa terjadi untuk kepentingan bersama partai politik yang ada. 

"Mengingat partai itu selalu pengen menang, sehingga belum tahu kita dukungan resmi ke Herman Deru- Cik Ujang, atau Mawardi Yahya- Anita, maupun Heri Amalindo, serta Holda- Meli. Pengalaman 6 tahun lalu ada 4 pasangan yang ada, cukup berat- berat walupun dimenangkan HD- MY, " bebernya. 

Disisi lain, dengan kemungkinan Mawardi berpasangan dengan Anita, semua tergantung sosok sentral di partai Golkar saat ini khususnya di Sumsel, yang bisa saja pengaruhnya mempengaruhi hasil dilapangan nantinya. 

"Pastinya Golkar ada sosok tokoh sentralnya saat ini dan bisa dibilang king maker karena piawai, bisa melihat situasi dan kondisi bahkan memetakan keadaan apa yang akan terjadi akan datang. Saya menyakini beliau sudah memastikan kehendak partai akan jatuh kemana, meski sekarang ini ada isu menjatuhkan ke Matahari tetapi sebaliknya ada beberapa gerbong masuk ke gerbong HD, namun hal itu belum bisa dipastikan karena masih proses, " tandasnya. 

 

 

Baca berita Tribunsumsel.com lainnya di Google News

Ikuti dan bergabung dalam saluran whatsapp Tribunsumsel.com

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved