Pilgub Sumsel 2024

Herman Deru Santai, Setelah Banyak Calon Rival yang Deklarasikan Diri Maju di Pilgub Sumsel 2024

Pemilihan Gubernur (Pilgub) provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) 2024 mulai semarak, dengan kehadiran bakal pasangan calon Gubernur dan Wakil Gubernur.

Penulis: Arief Basuki Rohekan | Editor: Slamet Teguh
Tribunsumsel.com/ Arief Basuki Rohekan
Herman Deru saat mengembalikan formulir pendaftaran Balongub dari PDIP, Senin (20/5/2024). 

TRIBUNSUMSEL.COM, PALEMBANG - Gubernur Sumatera Selatan (Sumsel) periode 2018-2023 Herman Deru, yang dipastikan akan kembali maju dalam Pemilihan Gubernur (Pilgub) Sumsel 2024 mengatakan, semua kandidat berhak untuk 'mengklaim' diusung partai, namun nantinya data akan mengungkapkan.

Mengingat tensi kontestasi Pemilihan Gubernur (Pilgub) provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) 2024 mulai semarak, dengan kehadiran bakal pasangan calon Gubernur dan Wakil Gubernur Sumsel. 

Selain akan ada mantan Gubernur Herman Deru akan menggandeng mantan Bupati Lahat Cik Ujang, terdapat juga nama eksentrisitas Wakil Gubernur Mawardi Yahya akan berpasangan dengan Ketua DPRD Sumsel RA Anita Noeringhati (sebelumnya Harnojoyo). 

Kemudian ada nama Bupati Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) Heri Amalindo yang akan menggandeng Bupati OKU Selatan Popo Ali yang merupakan kader Golkar lainnya, serta ada nama mantan Walikota Palembang Eddy Santana Putra yang masih mencari partai. 

Kini hadir sosok bakal pasangan calon dua Srikandi yaitu, Bendahara DPD Demokrat sekaligus Ketua komisi IV DPRD Sumsel Ir Holda bersama anggota DPRD Sumsel fraksi PDIP Meli Mustika.

Keduanya sepakat akan berpasangan dalam Pilgub Sumsel 27 November mendatang dengan tagline 'Ekonomi Hijau' untuk Sumsel sejahtera.

"Itu hal biasa dan itu bukan pada posisi saya untuk menanggapi itu, yang jelas setiap partai punya mekanisme sendiri terkait penjaringan dan penyaringan balonkada untuk diusung, dan kita bukan pada mau beradu nasib tetapi beradu data. Sehingga  partai dapat mempertimbangkan keputusan yang paling tepat, " kata Herman Deru saat mengembalikan formulir pendaftaran Balongub dari PDIP, Senin (20/5/2024). 

HD sendiri selama ini tak ingin jumawa terkait persaingan di Pilgub Sumsel nanti, namun pastinya siapapun rival kedepan, dirinya siap untuk bersaing untuk kembali merebut kursi orang nomor satu di provinsi Sumsel untuk periode keduanya. 

"Kita selalu siap dalam kondisi apapun, jadi rumah tangga orang lain kita tidak berwenang mengomentarinya, namun kita siap dengan kondisi apapun, " tukasnya.

Baca juga: Berharap Diusung PDIP di Pilgub Sumsel, Herman Deru: Bukan Pelengkap Tapi Bersama Membangun Sumsel

Baca juga: Demokrat Tanya Herman Deru Kapan Deklarasi Pilgub Sumsel 2024 Bersama Cik Ujang Tunggu Bulan Baik

Terpisah, Pengamat politik yang juga Direktur Kuala Musi Politika Dr Junaidi Ahmad., CPM., CIRP mengatakan, Pemilihan Gubernur (Pilgub) Sumatera Selatan (Sumsel) 27 November 2024, sulit diterka dan bisa menghadirkan kejutan. 

Menurut Junaidi, setiap kandidat peserta kontestasi Pilgub Sumsel boleh saja mengklaim maju dan dapat dukungan parpol. Namun hal itu, akan terlihat saat pendaftaran resmi di KPU akhir Agustus dan penetapan akhir September mendatang. 

"Saat ini ada yang mengaku sudah berpasangan tiba-tiba bubar ditengah jalan, ada yang ngaku telah berpasangan namun baru satu partai. Ada juga yang mengklaim sudah banyak partai, namun satupun belum terbukti. Jadi Pilgub Sumsel ini susah diterka, " ungkap Junaidi. 

Ia pun memprediksi Pilgub Sumsel sendiri, bisa hanya diikuti dua pasangan calon sehingga terjadi heat to heat, yang membuat pertarungan akan ketat. 

"Jadi, kemungkinan bisa tiga pasang calon dan bisa bisa hanya dua pasang saja nanti. Kalau head to head bisa yang lama dengan yang baru, dugaan saya ada sosok Balongub muka baru, " ucap Junaidi. 

Diungkapkan mantan ketua Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Sumsel ini, jika ada tiga pasang calon bisa masuk muka lama satunya, dan itu jika mencukupi syarat minimal dukungan parpol sesuai aturan yang ada. 

"Ini masih menunggu rekomendasi resmi dari DPP, dan berdasarkan prestasinya. Ketua partai belum tentu jadi jaminan dapat rekomendasi, seperti PPP dinonaktifkan karena tidak berprestasi itu sederhana, dan pertanyaan apakah ketua partai saat ini banyak atau ada prestasi, " tuturnya. 

Sedangkan terkait santernya Mawardi Yahya 'bercerai' dengan Harnojoyo, dan akan berpasangan dengan RA Anita Noeringhati di Pilgub Sumsel November mendatang. Hal itu belum jadi jaminan, keduanya resmi berpasangan hingga mendaftar di KPU. 

"Semua masih bisa berubah, sebelum munculnya B1 kwk bisa berubah, B1 kwk yang sudah keluar saja bisa berubah, kecuali jika sudah didaftarkan ke KPU. Contoh sederhana Pilkada di OKU Timur 2020 lalu, SK partai yang keluar dicabut lagi dan dukungan berubah, " paparnya. 

Disisi lain, sosok Mawardi- Anita menurutnya ada kelebihan, Mawardi pengalaman di legislatif dan eksekutif, sedangkan Anita di legislatif hingga menjabat ketua DPRD Sumsel saat ini. 

"Tetapi kekurangan Anita itu tidak punya basis yang tetap, karena Pilkada Sumsel ini melihat dari mana sukunya. Selama ini suku besar di Sumsel Komering atau Basemah, nah kalau soal Jawa itu beda meski jumlahnya besar namun mencair, " tuturnya. 

Ditambahkan Junaidi, semua partai politik pastinya ingin menang dalam Pilkada nanti, dan pastinya semua bisa berubah sebelum resmi mendaftar di KPU. 

Termasuk juga jika mengacu pada Pilgub 2018 lalu yang diikuti 4 pasangan calon, semua kemungkinan bisa terjadi untuk kepentingan bersama partai politik yang ada. 

"Mengingat partai itu selalu pengen menang, sehingga belum tahu kita dukungan resmi ke Herman Deru- Cik Ujang, atau Mawardi Yahya- Anita, maupun Heri Amalindo, serta Holda- Meli. Pengalaman 6 tahun lalu ada 4 pasangan yang ada, cukup berat- berat walupun dimenangkan HD- MY, " bebernya. 

Disisi lain, dengan kemungkinan Mawardi berpasangan dengan Anita, semua tergantung sosok sentral di partai Golkar saat ini khususnya di Sumsel, yang bisa saja pengaruhnya mempengaruhi hasil dilapangan nantinya. 

"Pastinya Golkar ada sosok tokoh sentralnya saat ini dan bisa dibilang king maker karena piawai, bisa melihat situasi dan kondisi bahkan memetakan keadaan apa yang akan terjadi akan datang. Saya menyakini beliau sudah memastikan kehendak partai akan jatuh kemana, meski sekarang ini ada isu menjatuhkan ke Matahari tetapi sebaliknya ada beberapa gerbong masuk ke gerbong HD, namun hal itu belum bisa dipastikan karena masih proses, " tandasnya. 

 

 

Baca berita Tribunsumsel.com lainnya di Google News

Ikuti dan bergabung dalam saluran whatsapp Tribunsumsel.com

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved