Berita Lahat

Kondisi Pelaku Bisnis Kopi Bubuk di Lahat Setelah Harga Kopi Meroket, UMKM Paling Kena Imbas

Kondisi pelaku bisnis kopi bubuk di Lahat setelah harga kopi meroket ternyata pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) yang paling kena imbas.

Penulis: Ehdi Amin | Editor: Vanda Rosetiati
SRIPO/EHDI AMIN
Kondisi pelaku bisnis kopi bubuk di Lahat setelah harga kopi meroket ternyata pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) yang paling kena imbas. Proses produksi dari biji kopi menjadi bubuk kopi, Senin (26/2/2024). 

"Dengan harga saat ini banyak yang terkejut. Jadi kita stop dahulu produksi sampai harga kembali turun. Kalau saat ini sangat berimbas bagi pembeli, " Katanya.

Sebelumnya, layaknya bermimpi di siang bolong nampaknya itula yang saat ini membayangi petani kopi di Kabupaten Lahat.

Betapa tidak, saat musim kopi sudah berlalu justru harga kopi kini melambung tinggi.

Petani pun gigit jari mendengar harga kopi yang saat ini berkisar dari Rp 46 ribu sampai Rp 50 ribu per kilo.

"Selalu begitu dan sangat menyakitkan bagi petani kopi. Saat kopi sudah terjual dan habis harga baru naik, " ujar Herman, petani kopi asal Kota Agung, saat dibintangi, Jumat (23/2/2024).

Diungkapkan Herman, petani tidak bisa berbuat banyak dengan kondisi harga.

Pasalnya, saat musim panen selesai petani langsung menjual kopi dengan harga yang ada.

Kondisi itu terpaksa dilakukan untuk memenuhi kebutuhan hidup dan kebutuhan sekolah anak.

Mirisnya lagi, di tahun 2023 yang lalu hasil panen kopi anjlok.

Jika biasanya dia bisa mendapatkan 800 kilogram hingga satu ton, dipanen kali ini hanya mendapatkan 300 kilogram.

"Semua petani sudah tahu kalau harga naik disaat sudah masa panen. Kalau kita stok atau simpan dahulu menunggu harga, terus kita mau makan apa. Kita hanya mengandalkan kopi saja tidak ada pemasukan lain. Kalau sudah masa panen kopi, kita kerja serabutan," ujarnya, seraya berharap kepada pemerintah agar harga kopi bisa tinggi saat masa panen.

Terpisah, toke kopi di Kota Lahat, Rico atau akrab disapa Cuncun, membenarkan jika harga jual kopi saat ini tinggi dibanding sebelumnya atau dimasa panen.

Menurutnya, biji kopi dengan kualitas baik, kering saat ini ia beli dari petani bisa mencapai harga Rp50 ribu per kilogram.

Sementara, biji kopi basah Rp 46 ribu hingga Rp 48 ribu per kilogramnya.

"Ya terjadi kenaikkan untuk harga kopi saat ini," ujarnya.

Halaman
123
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved