Berita Lahat
Harga Kopi per Kg Capai Rp 50 Ribu, Petani Kopi di Lahat Cuma Bisa Gigit Jari, Tak Ada Lagi Stok
Harga kopi per kg capai Rp 50 ribu tetapi petani kopi di Lahat cuma bisa gigit jari karena ketika harga kopi tinggi justru mereka tidak punya stok.
Penulis: Ehdi Amin | Editor: Vanda Rosetiati
TRIBUNSUMSEL.COM, LAHAT - Harga kopi per kg capai Rp 50 ribu tetapi petani kopi di Lahat cuma bisa gigit jari karena ketika harga kopi tinggi justru mereka sudah tidak punya lagi stok kopi.
Semua biji kopi sudah terjual usai panen beberapa waktu lalu demi memenuhi keperluan sehari-hari.
"Selalu begitu dan sangat menyakitkan bagi petani kopi. Saat kopi sudah terjual dan habis harga baru naik," ujar Herman, petani kopi asal Kota Agung, saat dibintangi, jumat (23/2/2024).
Diungkapkan Herman, petani tidak bisa berbuat banyak dengan kondisi harga.
Pasalnya, saat musim panen selesai petani langsung menjual kopi dengan harga yang ada. Kondisi itu terpaksa dilakukan untuk memenuhi kebutuhan hidup dan kebutuhan sekolah anak.
Mirisnya lagi, di tahun 2023 yang lalu hasil panen kopi anjlok. Jika biasanya bisa mendapatkan 800 kilogram hingga satu ton, dipanen kali ini hanya mendapatkan 300 kilogram.
"Semua petani sudah tahu kalau harga naik saat sudah masa panen. Kalau kita stok atau simpan dahulu menunggu harga, terus kita mau makan apa. Kita hanya mengandalkan kopi saja tidak ada pemasukan lain. Kalau sudah masa panen kopi, kita kerja serabutan," ujarnya, seraya berharap kepada pemerintah agar harga kopi bisa tinggi saat masa panen.
Terpisah, toke kopi di Kota Lahat, Rico atau akrab disapa Cuncun, membenarkan jika harga jual kopi saat ini tinggi dibanding sebelumnya atau masa panen.
Menurutnya, biji kopi dengan kualitas baik, kering saat ini ia beli dari petani bisa mencapai harga Rp 50 ribu per kilo. Sementara, biji kopi basah Rp 46 ribu hingga Rp 48 ribu per kilonya.
"Ya terjadi kenaikkan untuk harga kopi saat ini, " Ujarnya.
Namun sayangnya kata Rico, saat ini sangat sulit mencari biji kopi dari patani dan bisa dikatakan kosong.
Penyebabnya, kata Rico memang saat ini belum masuk dalam masa panen.
Di sisi lain petani yang stok biji kopi sangat sedikit.
"Gimana petani mau jual, kopi tak ada. Belum masa panen, " sampainya.
Kepala Dinas Perkebunan Pemkab Lahat, Vivi Anggraini, SSTP, MSi menuturkan tingginya harga kopi karena stok kopi di tingkat petani kosong.
2 Begal Asal Empat Lawang Gagal Beraksi di Lahat, Motor Dibakar Massa Hingga Pelaku Lari ke Kebun |
![]() |
---|
Hujan Tak Merata Terjadi di Lahat, BPBD Imbau Masyarakat Waspada Bencana |
![]() |
---|
Demi Jaminan Kualitas, Widia Ningsih Ungkap Pentingnya Sertifikasi Halal Bagi UMKM di Lahat |
![]() |
---|
Lahat Akhirnya Miliki Dewan Pengupahan, Bakal Segera Dikukuhkan Oleh Bursah Zarnubi |
![]() |
---|
Tinjau Lokasi Budidaya, Langkah Bursah Zarnubi Wujudkan Target Lahat Setop Datangkan Ikan dari Luar |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.