Konflik Israel Vs Palestina

Kebiadaban Militer Israel Tembak Remaja Palestina di Tepi Barat, Tewas Satu Jam Setelahnya

Kebiadaban Militer Israel kembali berlanjut saat konflik dengan Palestina. Kali ini mereka menembak Mohammad Riyad Saleh (20) seorang remaja asal

AFP/JACK GUEZ
Seorang tentara Israel menyandarkan kepalanya di laras senapan howitzer artileri gerak sendiri ketika tentara Israel mengambil posisi di dekat perbatasan dengan Gaza di Israel selatan pada 9 Oktober 2023. Terkejut dengan serangan yang belum pernah terjadi sebelumnya di wilayahnya, Israel yang berduka telah memperhitungkan lebih dari 1000 orang tewas dan melancarkan rentetan serangan di Gaza yang telah meningkatkan jumlah korban tewas di sana menjadi 493 menurut para pejabat Palestina. (JACK GUEZ / AFP) 

Pasukan Israel pun turut menempatkan penembak jitu atau sniper di atap beberapa bangunan kota dan sekitar kamp pengungsian Jenin.

Hal ini mengakibatkan para pengungsi ketakutan.

Sementara, selama penyerbuan berlangsung, pasukan Israel melibat jalan-jalan di pinggiran kamp pengungsian Jenin, menghancurkan infrastruktur dan membuat jalan-jalan tersebut tidak dapat digunakan lagi.

Kekhawatiran pengungsi dan warga Jenin semakin menjadi ketika ada laporan bahwa drone Israel turut melakukan pengintaian di kota tersebut.

Cara ini dilakukan pasukan Israel bersamaan dengan peningkatan serangan di kota-kota selain Jenin di Tepi Barat.

Selain itu, pasukan Israel juga semakin masif untuk melakukan penargetan terhadap rumah sakit di Gaza dan Tepi Barat.

Hamas Bebaskan 10 Warga Thailand dan 1 Warga Filipina

Terpisah, organisasi militan Hamas, telah membebaskan 10 warga Thailand dan satu warga Filipina yang menjadi bagian dari perjanjian dengan Israel untuk turut membebaskan sandera Palestina.

DIkutip dari Aljazeera, juru bicara Kemenrterian Luar Negeri Qatar selaku mediator, Majed al-Ansari mengungkapkan pada Jumat (24/11/2023) bahwa warga Thailand dan Filipina merupakan beberapa di antara total 24 sandera yang dibebaskan oleh Hamas.

Warga Thailand lainnya, kata Majed, masih dalam perjalanan keluar dari Gaza bersama dengan Komite Palang Merah Internasional (ICRC).

Hal tersebut tidak termasuk dalam perjanjian gencatan senjata antara Hamas dan Israel.

Menurut pejabat Thailand, warga Thailand yang dibebaskan ini merupakan negosiasi yang dilakukan Mesir dan Hamas secara terpisah.

Pejabat Thailand itu mengatakan jalur negosiasi tersebut dibuka ketika menteri luar negeri Thailand mengunjungi Qatar pada tanggal 31 Oktober 2023 lalu, yang menghasilkan kesepakatan khusus dengan Hamas untuk membebaskan warga Thailand.

Warga Thailand merupakan kelompok orang asing terbesar yang ditawan oleh Hamas.

Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com 

Sumber: Tribunnews
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved