Berita Palembang

Pemkab Ogan Komering Ilir Bakal Naikkan Retribusi Pasar Kayuagung OKI 200 Persen, Respon Pedagang

Pemerintah Kabupaten Ogan Komering Ilir bakal menaikkan retribusi bagi pedagang yang berjualan di pasar tradisional Kayuagung OKI

Penulis: Winando Davinchi | Editor: Vanda Rosetiati
TRIBUN SUMSEL/WINANDO DAVINCHI
Pemerintah Kabupaten Ogan Komering Ilir bakal menaikkan retribusi bagi pedagang yang berjualan di Pasar tradisional Kayuagung OKI sebesar 200 persen. Suasana pedagang yang tengah menjajakkan dagangan di pasar tradisional Kayuagung, Senin (13/11/2023) sore. 

TRIBUNSUMSEL.COM, KAYUAGUNG - Pemerintah Kabupaten Ogan Komering Ilir bakal menaikkan retribusi bagi pedagang yang berjualan di pasar tradisional Kayuagung OKI sebesar 200 persen.

Kepala UPTD Pasar Kayuagung, Irlansyah ditemui Tribun Sumsel, Senin (13/11/2023) menuturkan selama ini tarif retribusi yang dikutip dari pedagang hanya Rp 1.000 setiap harinya.

"Kalau sekarang tarif itu sudah tidak relevan lagi, jadi kami berencana akan naikkan retribusinya," katanya saat dikonfirmasi awak media pada Senin (13/11/2023) sore.

Menurut dia, nantinya kenaikan tarif akan disesuaikan menjadi Rp 2.000 dan setelah itu pedagang pasar Kayuagung diwajibkan membayar dengan harga yang ditentukan.

"Masih seusai untuk tarif Rp 2.000 yang dikenakan bagi setiap pedagang, karena di pasar Indralaya (Ogan Ilir) sudah lama retribusinya segitu," sebut dia.

Baca juga: Dugaan Korupsi Guest House UIN Raden Fatah, Kejari Palembang Resmi Tingkatkan Status Penyelidikan

Irlan menyebut memang sudah selayaknya tarif retribusi dinaikkan. Dikarenakan pihaknya maupun dinas perdagangan belum pernah menaikkan tarif sejak tahun 2017 lalu.

"Tetapi saat ini kami masih akan berkoordinasi dengan pihak terkait. Untuk membahas mengenai kebijakan tersebut," sambungnya.

Dikonfirmasi terpisah, salah satu pedagang Pasar Kayuagung, Sutanto mengaku setuju jika karcis pasar tersebut dinaikkan.

"Kalau saya setuju saja karena tidak terlalu memberatkan. Tinggal lagi pedagang lain setuju atau tidak," tuturnya singkat.

Baca berita lainnya langsung dari google news

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved