Berita Lubuklinggau

1.190 Aset Pemkot Lubuklinggau Rp 64,5 Miliar Tak Diketahui Keberadaan, Temuan BPK Sumsel

Temuan BPK Sumsel menyebut sebanyak 1.190 unit aset tetap milik Pemkot Lubuklinggau senilai Rp 64,5 miliar tidak diketahui keberadaannya.

Penulis: Eko Hepronis | Editor: Vanda Rosetiati
TRIBUN SUMSEL/EKO HEPRONIS
Temuan BPK Sumsel menyebut sebanyak 1.190 unit aset tetap milik Pemkot Lubuklinggau senilai Rp 64,5 miliar tidak diketahui keberadaannya, Rabu (25/10/2023). Kepala BPKAD Kota Lubuklinggau Zulfikar menyampaikan masalah temuan BPK itu sudah ditindak lanjuti oleh pihak Pemkot Lubuklinggau. 

TRIBUNSUMSEL.COM, LUBUKLINGGAU - Temuan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Perwakilan Sumsel menyebutkan sebanyak 1.190 unit aset tetap milik Pemerintah Kota (Pemkot) Lubuklinggau senilai Rp 64,5 miliar tidak diketahui keberadaannya.

Berdasarkan Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) atas Laporan Keuangan Pemerintah Kota Lubuklinggau tahun 2022, dituangkan oleh Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) di Nomor.30.B/LHP/XVIII.PLG/05/2023 pada tanggal 6 Mei 2023.

Temuan BPK, masalah aset tetap senilai Rp 64,5 miliar milik Pemerintah Kota Lubuklinggau berisiko hilang dengan uraian aset tetap tanah sebanyak 63 unit atau dengan nominal Rp 6,7 miliar.

Kemudian untuk peralatan dan mesin sebanyak 1.052 unit dengan total Rp 43,5 miliar sedangkan gedung dan bangunan sebanyak 75 unit Rp 14,1 miliar.

Aset tetap lainnya, termasuk mobil sebanyak 130 unit Rp 31,2 miliar dengan motor sebanyak 233 unit Rp 4,2 miliar. Diungkapkan oleh BPK, aset tersebut tidak diketahui keberadaanya.

Baca juga: Janji Tanggung Jawab, Pelaku Tabrak Lari Nenek di Lubuklinggau Kabur Perjalanan ke Puskesmas

Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Kota Lubuklinggau Zulfikar menyampaikan masalah temuan BPK itu sudah ditindak lanjuti oleh pihak Pemkot Lubuklinggau.

"Temuan BPK itu hanya temuan segera ditindaklanjuti sekarang sudah ditindaklanjuti," ungkapnya saat dikonfirmasi Tribunsumsel.com, Rabu (25/10/2023).

Zulfikar mengaku masalah aset ini keberadaanya bukan tidak ditemukan, tapi saat proses inventarisasi kemarin waktunya terlalu mepet, sehingga banyak yang belum selesai.

"Waktunya dalam batas waktu satu bulan itu tidak bisa meng inventarisasinya. Waktunya tidak tekejar, dari ribuan itu bukannya mobil semua tapi ada laptop, meja-meja dan PC (komputer)," ungkapnya.

Lanjutnya, ribuan data yang disampaikan oleh BPK itu terhitung data dari tahun 2001 sejak berdirinya Kota Lubuklinggau sampai 2022.

"Sekarang sudah ada tindak lanjutnya, sudah kita sampaikan ke BPK, nanti pada bulan Desember -Januari itu kita sampaikan ke BPK lagi," ujarnya.

Kemudian dari temuan Rp.64,5 Miliar kemarin sekarang tinggal Rp. 600 juta lagi yang masih dilakukan penelusurannya.

Sementara terkait kendaraan dinas Zulfikar tidak menyebutkan detail, namun ia menegaskan sekarang tinggal satu dua kendaraan yang masih dilakukan penelusuran.

"Adalah, tapi yang paling banyak laptop, tapi bagaimana mau mencarinya karena itu tahun 2001 lalu, yang paling banyak temuan BPK itu adalah laptop dan PC komputer," ungkapnya.

Zulfikar menyampaikan susah melakukan penelusuran karena dalam setiap laporan itu harus melampirkan foto atau dokumen kendaraan atau barang.

Halaman
12
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved