Liputan Khusus Tribun Sumsel

Konsistensi dan Stabilitas, Dr Febrian Ungkap Soal Branding Parpol Baru di Pemilu 2024 -3

Pengamat Politik dari Universitas Sriwijaya (Unsri) Dr Febrian mengatakan, partai politik baru harus melakukan branding politik jelang Pemilu 2024.

Editor: Vanda Rosetiati
DOK TRIBUN SUMSEL
Liputan Khusus Tribun Sumsel, Pengamat Politik dari Universitas Sriwijaya (Unsri) Dr Febrian mengatakan, partai politik baru harus melakukan branding politik jelang Pemilu 2024. 

TRIBUNSUMSEL.COM, PALEMBANG - Pengamat Politik dari Universitas Sriwijaya (Unsri) Dr Febrian mengatakan, partai politik baru harus melakukan branding politik jelang Pemilu 2024, dengan membantu organisasi politik seperti politisi, kandidat, atau kegiatan partai untuk mendulang dukungan masyarakat.

Sebab, partai baru harus konsisten dan stabilitas hingga nantinya masyarakat menjatuhkan pilihannya ke mereka.

"Partai baru contohnya PSI (Partai Solidaritas Indonesia) bukan konsolidasi kecil saja, orentasi pemuda dan anak presiden jadi ketum, dalam rangka mendapatkan suara, itu contoh sederhana dan ada cara lain. Tapi konsistensi dan stabilitas untuk partai baru itu penting, " kata Febrian kepada Tribun Sumsel Sabtu (30/9/2023).

Liputan  Khusus Tribun Sumsel Parpol berlomba rekrut pemilih dan berupaya rekrut pemilih.
Liputan Khusus Tribun Sumsel Parpol berlomba rekrut pemilih dan berupaya rekrut pemilih. (TANGKAP LAYAR TRIBUN SUMSEL)

Sementara pantai- partai baru lainnya sudah ada "tokohnya" Masing-masing, dan harus konsisten daerah juga bekerja dengan didukung modal besar terutama.

"Untuk pentolan (ketum partai) clear, mereka rata-rata orang lama tapi apakah mereka konsisten didaerah mendapatkan suara. Apalagi ada PT dan di situlah menentukan, kalau setengah- setengah partai baru akan gugur sendiri. Artinya modal besar dan lainnya, termasuk orang diisi profesional dalam bidang masing-masing, kalau tidak memahami persoalan untuk duduk dewan jadi masalah juga. Termasuk ada komitmen ideologi tidak dan biasanya juga partai baru jarang punya komitmen ideologi misal keagaaman dan ideologi biasanya jarang. Seperti pemuda modal baru menyuarakan demokrasi, " terangnya.

Baca juga: LIPSUS: Bidik Kaum Millenial Parpol Berlomba Memikat Pemilih, Rekrut Caleg Bermutu -1

Ditambahkan Dekan Fakultas Hukum Unsri ini, pastinya partai- partai baru akan gencar bergerak, karena masyarakat banyak belum mengetahuinya dibanding partai yang sudah ada selama ini.

"Kalau kita kembali ke figur PKN, disitu ada Anas dan Gede Pasek pastinya lumayan bawa nama. Kalau partai Gelora ada model Orde Barunya termasuk PSI dengan masuknya putra presiden, ini perkiraan pengamat manapun bisa meraup suara dan kemungkinan itu terjadi. Kalau aku lihat ada pengaruh dimana pengaruh tidak langsung (Jokowi) clear, " tukasnya. (arf)

Baca berita lainnya langsung dari google news

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved