Breaking News

Berita Banyuasin

Kabut Asap Kian Pekat, Pj Bupati Banyuasin Hani Sopiar Rustam Imbau Masyarakat Pakai Masker

Kabut asap kian pekat diduga dampak dari karhutbunla, Pj Bupati Banyuasin Hani Sopiar Rustam menghimbau masyarakat jaga kesehatan pakai masker.

Penulis: M. Ardiansyah | Editor: Vanda Rosetiati
TRIBUN SUMSEL/M ARDIANSYAH
Kabut asap kian pekat diduga dampak dari karhutbunla, Pj Bupati Banyuasin Hani Sopiar Rustam menghimbau masyarakat jaga kesehatan pakai masker, Jumat (29/9/2023). 

TRIBUNSUMSEL.COM, BANYUASIN - Melihat kondisi kabut asap kian pekat, diduga dampak dari kebakaran hutan kebun dan lahan (karhutbunla), Pj Bupati Banyuasin Hani Sopiar Rustam menghimbau kepada seluruh masyarakat untuk menjaga kesehatan memakai masker. 

Terlebih, tak hanya karena kabut asap, kondisi cuaca yang beberapa hari ini terasa sangat lebih panas juga akan berdampak kepada kesehatan.

Dari itulah, orang nomor satu di Kabupaten Banyuasin ini, meminta kepada masyarakat untuk pintar-pintar menjaga kebugaran dan kesehatan diri.

"Saya harapkan, masyarakat dapat menjaga kesehatan. Lebih baik, bila keluar rumah dapat menggunakan masker. Bukan karena kabut asap saja, tetapi cuaca yang panas saat ini. Tujuannya, kita antisipasi bisa terkena ispa," kata Hani Sopiar Rustam ketika ditemui usai melaksanakan slat jumat di Masjid Al-Amir Pangkalan Balai, Jumat (29/9/2023).

Baca juga: Musim Kemarau Sampai Kapan, BPBD Muratara Imbau Warga Waspada Kebakaran

Lanjut Hani Sopiar Rustam, masyarakat yang mulai merasakan badan tak enak bisa langsung memeriksakan diri ke Puskesmas terdekat. Hal ini, sebagai salah satu langkah dan upaya untuk pengecekan kesehatan.

Tak hanya itu saja, Hani Sopiar Rustam juga meminta kepada masyarakat untuk tidak memanfaatkan kondisi kemarau saat untuk membakar hanya demi membuka lahan.

"Menjaga alam merupakan kewajiban bersama, jangan hanya untuk mengurangi pengeluaran untuk membuka lahan tetapi malah membakar. Karena dampak yang ditimbulkan tidak hanya memengaruhi kesehatan, tetapi akan menimbulkan dampak kerugian dari berbagai aspek," pungkasnya.

Kabupaten Banyuasin, terutama di Kota Pangkalan Balai beberapa hari terakhir ini diselimuti kabut asap. Meski sudah siang, kabut asap tetap terlihat dan bila berlama-lama maka akan terasa perih di mata.

Meski mulai diselimuti kabut asap, akan tetapi dari pantauan di lapangan masih banyak masyarakat yang tidak menggunakan masker. Tetapi, ada juga masyarakat yang sudah mengenakan masker untuk menghindari terserangnya ispa.

Seperti yang diungkapkan Indah warga Pangkalan Balai yang mulai mengalami batuk dan nafas mulai sesak. Karena, dampak kabut asap yang sudah terjadi beberapa hari terakhir ini.

"Sekarang kalau keluar pakai masker. Karena, sudah tidak sehat dan kabut asapnya juga terlihat. Kalau sore makin pekat dan buat mata perih," katanya, Jumat (29/9/2023).

Selain itu, dari pantauan di lapangan tepatnya di Simpang Jalan Urip Sumoharjo, terlihat layar monitor pemantauan ISPU di Kabupaten Banyuasin tak menyala. Tiga layar monitor pemantau ISPU sama sekali tidak ada tanda-tanda menunjukan kualitas udara.

Sedangkan Pj Bupati Banyuasin Hani Sopiar Rustam ketika ditemui usai salat jumat menuturkan, pihaknya akan melaksanakan rapat koordinasi bersama Polres Banyuasin, Kodim 0430 Banyuasin dan BPBD Banyuasin terkait karhutbunla yang mulai meningkat.

"Eskalasinya mulai meningkat, sehingga kami bersama stake holder di Banyuasin akan mencari solusi agar ini tidak terus berlarut, " katanya.

Lanjut Hani Sopiar Rustam, Pemkab Banyuasin juga akan mengeluarkan surat edaran tidak hanya bagi masyarakat tetapi juga kepada pihak perusahaan untuk meningkatkan kewaspadaan terkait karhutbunla.

Halaman
12
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved