Oknum Polisi Aniaya 2 Remaja

Sosok Aipda AS Oknum Polisi Aniaya 2 Remaja Hingga Pendengaran Terganggu, Disebut Sering Buat Onar

Inilah sosok Aipda AS selaku oknum polisi yang aniaya 2 orang remaja hingga pendengaran terganggu dan sakit tenggorokan, disebut sering buat onar..

Ilustrasi Grafis Tribunnews / Kompas.com
Sosok Aipda AS Oknum Polisi Aniaya 2 Remaja Hingga Pendengaran Terganggu, Disebut Sering Buat Onar 

Adi mengungkapkan keluarga dua korban tidak terima apa yang dilakukan Aipda AS dan berencana mengambil langkah hukum.

Dia juga mengungkapkan bahwa kedua remaja tersebut telah menjalani visum dan melaporkan kasus ini ke Polres Grobogan.

Adi menyebut bahwa Aipda AS dikenal sering membuat masalah, bersikap arogan, dan menggunakan kekerasan fisik terhadap orang lain.

Viral Polisi Hajar 2 Remaja Sampai Pendengaran Terganggu dan Tenggorokan Sakit, Dikenal Tempramen
Viral Polisi Hajar 2 Remaja Sampai Pendengaran Terganggu dan Tenggorokan Sakit, Dikenal Tempramen (Tribunnews)

Kejadian penganiayaan oleh Aipda AS terjadi pada Sabtu (16/9/2023) sore di halaman salah satu ruko di kompleks pertokoan Desa Kemadohbatur.

Aipda AS marah karena aktivitas perbengkelan di salah satu ruko yang berdekatan dengan ruko yang disewanya membuat keributan.

RK tengah memperbaiki motor seorang pelanggan sementara FR mendampinginya.

Kemungkinan terjadi ketegangan saat knalpot motor dibleyer-bleyer, yang memicu kemarahan Aipda AS.

"Kedua remaja luka-luka, sudah visum dan lapor Polres Grobogan. Yang bersangkutan memang sering bikin ulah, arogansi dan main pukul orang," pungkas AS.

Baca juga: Viral Sopir Taksol di Semarang Marahi Penumpang Gegara Tak Diizinkan ke Laudry, Ngebut di Jalanan

Dalam rekaman CCTV berdurasi 4 menit, terlihat Aipda AS mengenakan kaus merah awalnya berbicara kasar kepada kedua remaja itu sebelum akhirnya melakukan tindakan kekerasan.

Tak puas dengan pemukulan, salah satu pemuda bahkan dipaksa jongkok di samping motor yang sedang menyala, dan kepala serta lehernya ditekan hingga telinganya mendekat ke knalpot yang dibleyer-bleyer.

Wakapolres Grobogan, Kompol Gali Atmajaya, menyatakan bahwa kasus dugaan penganiayaan oleh anggota polisi masih dalam tahap penyelidikan yang sedang berlangsung.

"Masih didalami," kata Gali.

Baca juga berita lainnya di Google News

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved