Liputan Khusus Tribun Sumsel

LIPSUS: Siap-siap Bayar Rp 200 Juta, Kuliah Kedokteran, Prospek Cerah Paling Banyak Peminat -1

Untuk bisa kuliah di jurusan kedokteran bukanlah hal yang mudah, dibutuhkan nilai yang baik dan dana yang besar. Harus siap bayar Rp 200 juta.

|
Editor: Vanda Rosetiati
GRAFIS TRIBUN SUMSEL
Liputan khusus Tribun Sumsel, untuk bisa kuliah di jurusan kedokteran bukanlah hal yang mudah, dibutuhkan nilai yang baik dan dana yang besar. Harus siap bayar Rp 200 juta. 

TRIBUNSUMSEL.COM, PALEMBANG - Untuk bisa kuliah di jurusan kedokteran bukanlah hal yang mudah, dibutuhkan nilai yang baik dan dana yang besar untuk bisa kuliah di kedokteran.

Untuk di Sumsel setidaknya ada dua Universitas yang memiliki jurusan Kedokteran yaitu Universitas Sriwijaya (Unsri) dan Universitas Muhammadiyah Palembang (UMP).

Untuk biaya masuk kedokteran di Unsri berbeda-beda seperti halnya yang jalur UTBK dikenakan biaya UKT mulai jutaan hingga belasan juta, belum lagi uang praktik dan lain-lain. Sedangkan untuk jalur mandiri ada yang dikenakan biaya tersendiri sebesar Rp 200 juta plus UKT.

Seperti halnya di UMP untuk biaya masuk kedokteran, pendaftarannya Rp 700 ribu dan uang infaq mulai dari Rp 200 juta, sedangkan UKT Rp 28 juta per semester.

M Alaf Athallah Syah merupakan Mahasiswa Kedokteran UMP mengatakan, pilihan kedokteran memang bukan sepenuhnya pilihannya, tapi ada juga dorongan dari orang tua.

"Tapi memang fashion saya di bidang sains, maka saya pilih Kedokteran. Untuk kuliah kedokteran di UMP
uang pangkal atau uang infak Rp 200 juta dan UKT Rp 28 juta," kata M Alaf alumni SMA Negeri 2 Pangkal Pinang.

Liputan khusus Tribun Sumsel kuliah kedokteran, harus siap Rp 200 juta.
Liputan khusus Tribun Sumsel kuliah kedokteran, harus siap Rp 200 juta. (TANGKAP LAYAR TRIBUN SUMSEL)

Anak pertama dari tiga bersaudara ini menceritakan, ia memilih kuliah di UMP karena di Bangka belum ada jurusan kedokteran. Untuk orang tua ibu kerja di anak perusahaan timah dan ayah sebagai ASN di Pangkal Pinang.

"Terkait biaya, sejauh ini tidak ada keberatan, baik dari saya, dan orang tua. Mereka menyanggupi dari sisi finansial dan mensupport secara penuh apa yang saya perjuangkan sekarang," katanya.

Sedangkan M Fawwaz Alhaq mahasiswa Kedokteran Unsri mengatakan, menjadi dokter merupakan impian saya sejak kecil.

"Untuk mewujudkan itu maka saya pilih jurusan Kedokteran Gigi. Pilihan ini terinspirasi dari kakak sepupu saya yang lulusan Kedokteran Gigi Unsri juga," kata Fawwaz.

Menurutnya untuk perbedaan jurusan Kedokteran dan jurusan lainnya, dilihat dari lamanya belajar. Seperti yang diketahui banyak tahapan yang harus dilalui sampai jadi dokter.

"Kalau untuk biaya kuliah karena saya dari UTBK, bayar UKT saja mulai Rp 8 juta sampai Rp 11 juta. Karena setiap mahasiswa berbeda-beda ya," katanya.

Menurutnya, ia tidak mempermasalahkan tentang biaya kuliah. Pastinya sudah ada persiapan, terlebih kedua orangtuanya bekerja ayahnya bekerja di BUMD dan ibunya di swasta.

Senada dengan Randa Yoga Saputra, mahasiswa Kedokteran jalur mandiri, untuk di Unsri kalau jurusan kedokteran gigi tidak ada uang pakal. Jadi hanya bayar UKT. Tapi kalau untuk pendidikan dokter, profesi dokter memang itu ada uang pangkal Rp 200 juta.

"Untuk UKT saya Rp 13,2 juta per semester. Kedua orang tua saya mendukung saya untuk di Kedokteran, mereka berdua bekerja sebagai guru. Jadi cukup untuk membiayai kuliah saya," ungkapnya.

Halaman
123
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved