Berita Palembang

Bukan Mundur, Ternyata Pengurus & Ketua PSI Palembang Dipecat Ramai-ramai, DPW: Ada 'Mahar' Bacaleg

Sejumlah pengurus dan Bakal Calon Anggota Legislatif (Bacaleg) Partai Solidaritas Indonesia (PSI) kota Palembang ramai-ramai dipecat.

TRIBUNSUMSEL.COM/ARIEF BASUKI ROHEKAN
Kader PSI Palembang ramai-ramai melepas atribut partainya sebagai bentuk kekecewaan, Rabu (21/6/2023) 

TRIBUNSUMSEL. COM, PALEMBANG -- Sejumlah pengurus dan Bakal Calon Anggota Legislatif (Bacaleg) Partai Solidaritas Indonesia (PSI) kota Palembang ramai-ramai dipecat.

Sebelumnya sempat beredar kabar kader dan Bacaleg PSI Palembang ramai-ramai mengundurkan diri.

Pemecatan banyak kader PSI Palembang dikarenakan telah terjadinya dugaan pelanggaran berat.

Dimana eks ketua PSI Palembang telah melakukan pungutan "mahar" bagi para Bacalegnya.

"Kami tegaskan Ketua dan pengurus DPD Palembang sudah dipecat bukan mundur, karena sudah melakukan pelanggaran- pelanggaran yang dilakukannya. Karena PSI jelas dan tegas, PSI itu beda dengan partai lainnya, hanya sama antikorupsi, anti toleransi, dan kekerasan terhadap perempuan, " kata Ketua Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) PSI Sumsel Hermanto, Rabu (21/6/2023).

Baca juga: Bocoran Cawapres Anies Baswedan, Bakal Mengundang Pro Kontra, Tim 8 Berharap 3 Partai Koalisi Bijak

Dijelaskan Bro Hermanto, dalam organisasi kepartaian di PSI ada dua aturan.

Pertama aturan MoU ada kesepakatan sebelum SK keluar, salah satunya menyuapkan kantor, kepengurusan dan tidak boleh pungut biaya.

"Nah, kedua dalam PSI ada AD ART, dimana anti korupsi baik keluar dan kedalam, dan itu nyatanya sudah dilakukan oleh Toni selaku ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) PSI Palembang, " paparnya.

Kesalahan Toni diungkapkan Hermanto yaitu memungut biaya bacaleg yang ada, dengan kisaran Rp 5 juta per orang sebagai jaminan dicalonkan.

Hal ini juga sudah diingatkan dan telah dikirim surat pemanggilan yang bersangkutan untuk mengklarifikasi namun diindahkan. Akhirnya, DPP mengambil keputusan dengan memberikan sanksi tegas dengan bukti- bukti yang ada.

"Nah, bukti- bukti transfer penyataan sikap dan live orang yang dipungut kita ada. Modusnya dengan ngancam akan dicoret dari pendaftaran," ungkapnya.

Ditambahkan Hermanto, siapapun kader PSI yang melakukan pelanggaran serupa, pastinya ada tindakan tegas dari partai, dan pengambil keputusan ada di DPP.

"Salah satu pelanggaran dia itulah, dan PSI bukan ngomong saja tapi ada ketegasan. Pastinya di PSI tidak ada mahar sekali baik Bacaleg dan pilkada. Siapapun yang lakukan itu akan disingkirkan, termasuk saya juga jika melakukan pelanggaran serupa akan disingkirkan " tegasnya, seraya untuk ketua DPD PSI Palembang yang baru dijabat Bro Dedi.

Dilanjutkan Hermanto, sebenarnya DPP PSI hanya memecat ketua DPD Toni yang telah melakukan pelanggaran, namun sejumlah pengurus lainnya juga mengalami pergantian karena tidak mau lagi.

"Memang yang dipecat pertama Toni karena pelanggaran tadi, dan konfirmasi ke wakil- wakil, sekretaris dan bendahara meminta ketersediaan tetap jadi pengurus tapi mereka menolak, sehingga diganti dengan pengurus baru, ' tandasnya.

Halaman
12
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved