Berita Palembang
Perbedaan Diabetes Tipe 1 dan Tipe 2 pada Anak, DSA Sebut Pentingnya Pola Hidup Sehat Sejak Dini
Sebagian besar anak dengan diabetes (sekitar 80-90 persen) menderita diabetes tipe 1, yang disebabkan oleh gangguan autoimun.
Penulis: Linda Trisnawati | Editor: Slamet Teguh
Laporan Wartawan Tribunsumsel.com, Linda Trisnawati
TRIBUNSUMSEL.COM, PALEMBANG - Diabetes tidak hanya menyerang orang dewasa, tetapi juga dapat dialami oleh anak-anak.
Sebagian besar anak dengan diabetes (sekitar 80-90 persen) menderita diabetes tipe 1, yang disebabkan oleh gangguan autoimun.
Dokter Spesialis Anak dr. Aditiawati, Sp. A (K) menjelaskan, hal tersebut berbeda dengan diabetes tipe 2 yang lebih umum pada orang dewasa dan berkaitan dengan obesitas.
"Diabetes tipe 1 pada anak biasanya terjadi karena pankreasnya rusak akibat autoimun, sehingga anak harus mendapatkan insulin seumur hidup,” kata dokter Aditiawati, Jumat (29/8/2025).
Ia menegaskan, bahwa penyebab utama diabetes tipe 1 bukanlah kebiasaan makan makanan manis, melainkan faktor genetika dan pemicu seperti virus atau bahan kimia yang belum sepenuhnya dipahami.
Sementara itu, diabetes tipe 2 yang dulu jarang terjadi pada anak, kini mulai meningkat seiring dengan peningkatan angka obesitas di kalangan anak-anak.
Diabetes tipe 2 pada anak terkait dengan kelebihan berat badan dan gaya hidup tidak sehat, yang menyebabkan tubuh menjadi resistensi terhadap insulin.
"Gejala diabetes pada anak yang perlu diwaspadai antara lain sering buang air kecil, terutama pada malam hari, rasa haus yang berlebihan, dan rasa lapar terus menerus meskipun berat badan tidak bertambah atau malah menurun. Kalau terlambat ditangani, komplikasi serius seperti gagal ginjal bisa terjadi,” jelasnya.
Baca juga: Diabetes dan TBC Masih Signifikan di Indonesia, Generali Ajak Masyarakat Rutin Cek Kesehatan
Baca juga: Awal Mula Bocah SD di Lubuklinggau Ketahuan Idap Diabetes, Jajan Sembarang Diduga Jadi Pemicu Utama
Untuk mencegah diabetes tipe 2 pada anak, dokter Aditiawati mengingatkan pentingnya menjaga pola hidup sehat dengan menerapkan prinsip 3J yaitu jumlah, jenis, dan jadwal makan yang tepat, serta rutin berolahraga dan menjaga berat badan ideal.
Jumlah makan yang sesuai kebutuhan, Jenis makanan yang bergizi dan seimbang dan Jadwal makan yang teratur.
“Dengan pengelolaan yang baik, anak dengan diabetes tipe 1 maupun tipe 2 dapat tumbuh dan berkembang dengan normal, bahkan bisa melakukan aktivitas seperti anak-anak lainnya,” katanya.
Dokter Aditiawati juga mengingatkan para orang tua untuk waspada dan segera memeriksakan anak jika ditemukan gejala-gejala diabetes agar penanganan dapat dilakukan lebih awal dan mencegah komplikasi.
"Pasien saya ada 150 an anak-anak dengan diabetes dari berbagai daerah seperti Sumatera Selatan, Jambi, Bengkulu, dan Bangka. Namun dengan kontrol yang baik, pasien dapat hidup normal, tumbuh kembang optimal, dan komplikasi dapat dicegah,” katanya.
Sementara itu berdasarkan data yang ada di Dinas Kesehatan Provinsi Sumsel pada tahun 2023 ada 605.570 pasien diabetes.
Kemudian pada 2024 ada 397.253 pasien diabetes dengan usia diatas 15 tahun, sedangkan usia dibawah 15 tahun ada 6 orang.
Baca berita Tribunsumsel.com lainnya di Google News
Ikuti dan bergabung dalam saluran whatsapp Tribunsumsel.com
Pemprov Sumsel Pastikan Rombak Manajemen Sejumlah BUMD, DPRD Dorong Profesionalitas |
![]() |
---|
Viral Tukang Susu Keliling Diduga Berbuat Asusila ke Siswa SDN 113 di Sako Palembang, Sekolah Tegas |
![]() |
---|
Herman Deru Pastikan Pembangunan Palembang New Port Seluas 59 Hektare di Tanjung Carat Siap Dibangun |
![]() |
---|
Diabetes dan TBC Masih Signifikan di Indonesia, Generali Ajak Masyarakat Rutin Cek Kesehatan |
![]() |
---|
Akibat Korsleting Listrik, 1 Rumah di Kertapati Palembang Terbakar, Ketika Itu Pemilik Sedang Tidur |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.