Breaking News:

Berita Muratara

Sekolah di Tengah Pandemi Covid-19, Banyak Anak Kelas 1 SD di Muratara Belum Bisa Baca

Sejumlah guru dan orangtua di Muratara mengeluhkan sistem pembelajaran selama pandemi Covid-19 karena berdampak pada perkembangan kemampuan anak.

Tribunsumsel.com/Khoiril
Ilustrasi Anak SD. Sejumlah guru dan orangtua di Kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara) mengeluhkan sistem pembelajaran selama pandemi Covid-19.  

Laporan Wartawan Tribunsumsel.com, Rahmat Aizullah 

TRIBUNSUMSEL.COM, MURATARA - Sejumlah guru dan orangtua di Kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara) mengeluhkan sistem pembelajaran selama pandemi Covid-19. 

Pemerintah daerah setempat memang membolehkan belajar tatap muka namun dengan sistem ganjil genap dan maksimal 15 siswa dalam satu ruangan kelas.

Selain itu, sekolah dan siswa harus disiplin mematuhi protokol kesehatan (prokes) selama proses belajar mengajar tatap muka berlangsung. 

Belajar tatap muka sistem ganjil genap yang dimaksud ialah siswa dengan nomor absen ganjil sekolah pada hari Senin, Rabu, dan Jumat. 

Sedangkan siswa dengan nomor absen genap sekolah pada hari Selasa, Kamis dan Sabtu. 

Baca juga: Muratara Sumsel dan Sarolangun Jambi Bersatu Sekat Pemudik

Meski demikian, guru dan orangtua menilai sistem pembelajaran seperti itu tetap tidak efektif, terlebih untuk siswa SD kelas 1.

Mereka khawatir akan banyak siswa tidak bisa membaca, menulis dan berhitung.

"Saya ngajar kelas 1 SD, siswa saya masih banyak yang belum bisa baca karena sistem itu," kata salah seorang guru di Kabupaten Muratara, Minggu (2/5/2021).

Dia menyebutkan, dari sebanyak 28 siswa kelas 1 SD yang diajarinya, ada 7 siswa yang masih belum bisa membaca. 

Halaman
12
Penulis: Rahmat Aizullah
Editor: Yohanes Tri Nugroho
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved