Berita OKI

Tingkatkan Minat Baca Warga OKI dengan Perpustakaan Digital

Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Daerah Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) merencanakan pembangunan perpustakaan digital pada tahun 2019 mendatang.

Tingkatkan Minat Baca Warga OKI dengan Perpustakaan Digital
Kompasiana
Ilustrasi Perpustakaan 2 

Tingkatkan Minat Baca dengan Perpustakaan Digital

TRIBUNSUMSEL.COM, KAYUAGUNG- Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Daerah Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) merencanakan pembangunan perpustakaan digital pada tahun 2019 mendatang.

Pendirian perpustakaan digital ini sendiri diharapkan dapat lebih meningkatkan minat baca bagi masyarakat di Bumi Bende Seguguk.

Baca: Wanita Ini Nekat Salip Rombongan Presiden Jokowi, Satu Polisi Terluka, Dikabarkan Sempat Lakukan Ini

Kepala Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Kabupaten OKI, Drs Iskandar ZA mengungkapkan, untuk pembangunan perpustakaan digital ini diperkirakan akan menelan biaya sebesar Rp 10 miliar, dimana perpustakaan akan dilengkapi berbagai fasilitas penunjang.

“Nanti juga direncanakan akan ada pondok baca, sehingga perpustakaan dapat menjadi salah satu tempat rekreasi menarik. Mungkin kalau sudah dibangun, baru OKI yang memiliki perpustakaan digital di Sumsel,” ujar Iskandar ZA, Selasa (25/9).

Baca: Jokowi Janjikan Gaji 13 dan THR Tahun Depan Ada, Politisi Ini Anggap Demi Suara Rela Negara Bangkrut

Menurut Iskandar, saat ini tingkat kunjungan pembaca ke perpustakaan masih tergolong rendah dan belum mencapai 50 persen.

Dengan adanya perpustakaan digital diharapkan dapat lebih meningkatkan kunjungan dan minat baca masyarakat OKI.

“Kami yakin dengan adanya perpustakaan digital tersebut jumlah pengunjung akan meningkat drastis. Semuanya akan dilakukan melalui digital, sehingga mempermudah para pengunjung mencari buku yang dibutuhkan,” tutur Iskandar

Baca: Jokowi : Korban Sudah Sangat Banyak, Aksi Kekerasan Harus Segera Dihentikan

Dikatakan Iskandar, saat ini pihaknya masih cukup kesulitan untuk mencari pustakawan

 “Saat ini untuk di perpustakaan, ada 125 ribu koleksi buku baru mulai dari umum dan pendidikan yang memang dibutuhkan masyarakat. Ke depan juga diharapkan semakin banyak masyarakat yang menjadikan membaca sebagai kebutuhan,” tukasnya.

Menanggapi hal itu, Asisten III Setda OKI, H Azhar SE membenarkan, jika saat ini minat baca masyarakat di Indonesia masih dibawah dari minat baca beberapa negara tetangga.

Untuk itu, penting sekali fasilitas perpustakaan untuk lebih ditingkatkan, salah satunya dengan rencana pembangunan perpustakaan digital sebagaimana yang diwacanakan.

Baca: Alami Defisit, Presiden Jokowi Pertimbangkan Naikkan Iuran BPJS Kesehatan Atas Usul IDI

“Banyak faktor yang mempengaruhi minat baca masyarakat, salah satunya dukungan dari orang tua yang masih kurang untuk menumbuhkembangkan kebiasaan membaca sejak dini. Perpustakaan keliling juga sudah ada disini yang kedatangannya ke setiap kecamatan telah terjadwal, namun kurang dianggap penting bagi masyarakat itu sendiri. Untuk itu, dengan adanya pembangunan perpustakaan digital, kita berharap masyarakat OKI lebih gemar membaca,” tandas Azhar. (mbd)

Baca: Sandiaga Uno Terkena Situs Isu Skandal, Juru Bicara Dahnil Anzar Tagih Janji Tito Karnavian

Editor: M. Syah Beni
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved