Siaga Bencana di Sumsel

8 Daftar Wilayah Rawan Banjir di OKI, BPBD Ingatkan Waspada Hujan Ekstrem Hingga Februari 2026

Sebanyak 8 wilayah di Kabupaten OKI rawan banjir. BPBD ingatkan musim hujan dengan intensitas tinggi hingga Februari 2026.

Dokumentasi/BPBD OKI
WASPADA BANJIR -- Salah seorang petugas BPBD menunjukkan pemukiman yang tergenang air. Kepala BPBD OKI, Listiadi Martin mengingatkan potensi hujan ekstrem hingga Februari 2026. Masyarakat diimbau waspada. 

Ringkasan Berita:
  • BPDB OKI mengingatkan musim penghujan dengan intensitas tinggi hingga Februari 2026
  • Cuaca ekstrem berpotensi memicu banjir hingga angin puting beliuang
  • Kepala BPBD OKI, Listiadi Martin mengatakan, pihaknya mengoptimalkan kembali 8 posko bencana banjir tersebar di kecamatan rawan

 

TRIBUNSUMSEL.COM, KAYUAGUNG -- Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Ogan Komering Ilir (BPBD OKI) mengeluarkan peringatan dini bagi masyarakat, khususnya yang bermukim di dataran rendah. 

Musim penghujan dengan intensitas tinggi diprediksi masih akan mengguyur wilayah Bumi Bende Seguguk hingga Februari 2026 mendatang yang berpotensi memicu bencana banjir dan angin puting beliung.

Dikatakan Kepala BPBD OKI, Listiadi Martin terdapat beberapa titik dataran rendah yang sangat rawan tergenang apabila hujan turun dengan deras dan intensitas tinggi.

"Maka unsur-unsur kewilayahan dan relawan harus sama-sama waspada dan aktif memantau di desa yang berpotensi terdampak bencana banjir dan angin puting beliung selama musim penghujan," paparnya dikonfirmasi awak media pada Minggu (7/12/2025) sore.

Baca juga: Daftar Titik Banjir di 6 Kecamatan di Palembang, Drainase Hingga Pembangunan Perumahan Jadi Faktor

Dijelaskan, terdapat setidaknya delapan kecamatan diidentifikasi rawan bencana banjir yakni Jejawi, Tanjung Lubuk, Mesuji Raya, Pedamaran, Lempuing, Lempuing Jaya, Pedamaran Timur dan Kayuagung.

"Khusus di Kecamatan Pedamaran yang menjadi perhatian di Desa Cinta Jaya, Serinanti dan Menang Raya. Lalu Kayuagung yang rawan banjir mencakup Tanjung Serang dan Celikah. Serta di Mesuji Raya ada Desa Balian dan Embacang," urainya.

Saat ini, Listiadi menegaskan Kabupaten OKI belum ada laporan banjir dan genangan yang biasa terjadi umumnya melanda lahan pertanian akibat luapan air sungai.

"Menghadapi puncak musim penghujan, Kami memastikan telah mengambil langkah kesiapsiagaan mengoptimalkan kembali 8 posko bencana banjir tersebar di kecamatan rawan," ungkap Listiadi.

Selain posko, di desa-desa sudah dibentuk satuan tugas (satgas) permanen yang siap bertindak cepat ketika bencana terjadi.

"Kami juga telah menyebarkan surat edaran peringatan kewaspadaan bencana melalui kantor camat sebagai upaya preventif waspada ancaman banjir dan puting beliung yang menyertai cuaca ekstrem," sambungnya.

Selain itu. Listiadi juga menekankan pentingnya peran aktif masyarakat dalam pencegahan, khususnya terkait kebersihan lingkungan.

"Kami ingatkan masyarakat agar menjaga lingkungan masing-masing. Dengan menjaga kebersihan, saat hujan air dapat mengalir lancar dan tidak tersumbat, yang mana ini bisa menjadi penyebab banjir," tutupnya.

 

 

Baca artikel menarik lainnya di Google News

Ikuti dan bergabung di saluran WhatsApp Tribunsumsel

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved