Makanan MBG Sering Terbuang

Cegah Makanan Busuk, Dinkes Lubuklinggau Minta Dapur MBG Terapkan SOP Ketat -3

Erwin memberikan peringatan keras: jangan pernah coba-coba memasukkan buah yang busuk, meskipun kelihatannya buah itu masih layak dan bagus.

|
Penulis: Eko Hepronis | Editor: Slamet Teguh
Tribunsumsel.com/ Eko Hepronis
MBG - Plt Kepala Dinas Kesehatan Kota Lubuklinggau, Erwin Armeidi Beberapa Waktu yang Lalu. Cegah Makanan Busuk, Dinkes Lubuklinggau Minta Dapur MBG Terapkan SOP Ketat -3 

TRIBUNSUMSEL.COM, LUBUKLINGGAU - Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Lubuklinggau gencar memberikan edukasi terkait Standar Operasional Prosedur (SOP) Satuan Pelayanan Pemberian Makanan Bergizi (SPPG) sebelum dapur beroperasi.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Kesehatan Kota Lubuklinggau, Erwin Armeidi, menyampaikan bahwa langkah ini merupakan upaya percepatan pemahaman agar dapur Makanan Bergizi Gratis (MBG) dapat beroperasi sesuai standar yang ditetapkan Pemerintah Pusat.

"Sekarang kita tengah berupaya, dengan adanya penambahan dapur ini, kita selalu memonitor pemahamannya tentang SOP," ungkap Erwin saat dihubungi Tribunsumsel.com, Minggu (5/10/2025).

Dilarang Memasukkan Makanan Busuk

Menurut Erwin, dari target 25 dapur di Lubuklinggau, proses pengoperasian dilakukan secara bertahap sembari terus melakukan pembenahan. "Sekarang baru 14 dapur MBG, tapi ada 3 dapur yang sudah berjalan sejak bulan Februari," ungkapnya.

Erwin mengakui bahwa selama dapur itu beroperasi, belum ada kendala besar yang ditemukan, selain kasus viral penemuan ulat pada buah di salah satu sekolah beberapa waktu lalu.

"Sejauh ini aman, tidak ada kendala, cuma yang kemarin itulah (sekolah SD 42) viral ada ulat, tapi langsung diganti," ujarnya.

Erwin menekankan, ke depan, seluruh penjamah makanan, mulai dari petugas pencuci tempat makan (ompreng) hingga bagian finishing, harus bekerja sesuai SOP yang berlaku.

"Misalnya bila harus lap, ya dilap. Buah jeruk harus di lap, ya lap. Tidak boleh ada pengecualian," tegasnya.

Secara spesifik, Erwin memberikan peringatan keras: jangan pernah coba-coba memasukkan buah yang busuk, meskipun kelihatannya buah itu masih layak dan bagus.

"Karena dalam perjalanannya siapa yang jamin. Misal buah dimasukkan pagi, jam 10 atau 11 baru dibagikan, jadi jeda itu siapa yang jamin. Jadi [kontrol kualitas] harus dibagi masing-masing," ungkapnya.

Baca juga: LIPSUS: Makanan Program MBG Sering Terbuang Sia-sia, Orang Tua Ungkap Nasi Keras, Aroma Lauk Basi -1

Baca juga: Pengamat Unsri, DR MH Thamrin Sebut Makan Gratis Kini Hadapi Ujian Publik -2

Pemkot Bentuk Satgas Pengawasan MBG

Sebelumnya, Pemerintah Kota (Pemkot) Lubuklinggau berencana membentuk Satuan Tugas (Satgas) khusus untuk memperkuat pengawasan pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Wali Kota Lubuklinggau, H. Rachmat Hidayat (Yoppy Karim), menyampaikan rencana pembentukan Satgas ini sebagai upaya pencegahan dini agar makanan yang dibagikan tidak mengandung ulat atau bahan berbahaya lainnya.

"Kita akan membuat Satgas pengawasan MBG. Jadi dari Mendagri harus ada deteksi dini screening MBG ketika sampai di sekolah-sekolah," ungkap Wali Kota.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved