Polemik Bus Mahasiswa Unsri

Polemik Moda Angkutan Mahasiswa Unsri, Damri Terbatas, Bus Kaleng Dilarang Masuk Kampus

Beberapa waktu belakangan ini polemik moda angkutan massal untuk mahasiswa Universitas Sriwijaya (Unsri), kembali mencuat.

TRIBUNSUMSEL.COM/AGUNG DWIPAYANA
TURUNKAN MAHASISWA - Bus DAMRI menurunkan mahasiswa di kampus Unsri Indralaya, Kamis (28/8/2025) pagi. Armada bus DAMRI dirasa kurang, sementara bus kaleng dilarang masuk kampus. 

"Kita tidak melarang angkutan bus masuk. Siapapun yang siap menyediakan angkutan yang layak bagi mahasiswa, silakan. Hal ini semata sebagai tanggung jawab moral untuk menyediakan angkutan bagi mahasiswa kami," jelas Taufiq diwawancarai terpisah.

Unsri telah menggandeng Dinas Perhubungan (Dishub) Sumatera Selatan untuk mengecek kelaikan tiap armada yang akan beroperasi di lingkungan Unsri. 

Setelah melakukan uji kelaikan, kendaraan angkutan yang dinyatakan laik akan mendapat stiker khusus untuk beroperasi di kampus Unsri. 

"Kebijakan ini sudah dimulai sejak tanggal 11 Agustus lalu. Ternyata, di hari itu hanya ada enam kendaraan yang mengecek dan cuma tiga yang dinyatakan laik," terang Taufiq.

Beberapa yang belum memenuhi kelaikan tidak bisa masuk ke Unsri. 

"Sesuai hasil rapat, kami beri kesempatan lagi agar bus-bus itu melakukan uji kelaikan dari Dishub. Jika selesai, nanti dibuat daftar bus yang boleh masuk," jelas Taufiq.

 

 

Baca artikel menarik lainnya di Google News

Ikuti dan bergabung di saluran WhatsApp Tribunsumsel

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved