BBM Langka di OKU Timur
BBM Langka di OKU Timur Hingga Antrean Mengular di SPBU, Harga Eceran Pertamax Tembus Rp24 Ribu
Kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) kembali melanda sejumlah wilayah di Kabupaten OKU Timur, Sumsel.
Penulis: Choirul Rahman | Editor: Shinta Dwi Anggraini
Ringkasan Berita:
TRIBUNSUMSEL.COM, MARTAPURA -- Kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) kembali melanda sejumlah wilayah di Kabupaten OKU Timur, Sumsel.
Dalam beberapa hari terakhir, antrean kendaraan tampak mengular di berbagai SPBU maupun Pertashop akibat sulitnya masyarakat memperoleh BBM, terutama jenis Pertalite dan Pertamax.
Kondisi tersebut tidak hanya memicu antrean panjang, tetapi juga berdampak pada meningkatnya harga BBM di tingkat pengecer.
Di sejumlah wilayah Belitang, harga Pertamax eceran dilaporkan melonjak hingga mencapai Rp24.000 per liter, jauh di atas harga normal.
Sejak pagi hari, puluhan hingga ratusan kendaraan roda dua dan roda empat terlihat memadati lokasi penjualan BBM.
Para pengendara rela menunggu berjam-jam demi mendapatkan bahan bakar untuk kebutuhan aktivitas sehari-hari.
Situasi ini dikeluhkan masyarakat karena dinilai menghambat mobilitas, aktivitas usaha, hingga menambah beban pengeluaran rumah tangga.
Seorang petugas SPBU di OKU Timur yang enggan disebutkan namanya menjelaskan bahwa keterbatasan stok BBM yang terjadi saat ini dipicu oleh keterlambatan distribusi pengiriman bahan bakar ke wilayah tersebut.
Baca juga: Antrean Kendaraan Meningkat, Stok Pertalite di SPBU Martapura OKU Timur Habis dalam 6 Jam
Akibatnya, pasokan yang masuk tidak mampu memenuhi tingginya kebutuhan masyarakat.
“Untuk saat ini memang ada keterlambatan pengiriman BBM, sehingga stok di beberapa tempat mengalami kekosongan,” ujarnya, Jumat (22/5/2026).
Menurutnya, keterlambatan distribusi membuat sejumlah titik penjualan mengalami kekosongan stok lebih cepat dari biasanya.
Ketika pasokan datang, jumlah masyarakat yang sudah menunggu cukup banyak sehingga antrean panjang sulit dihindari.
Kondisi tersebut juga menyebabkan distribusi BBM berlangsung lebih lambat karena tingginya permintaan dalam waktu bersamaan.
Di tengah situasi tersebut, masyarakat harus berpindah-pindah lokasi untuk mencari BBM yang masih tersedia.
Salah satunya dialami Habib Maulana, pengendara sepeda motor yang mengaku kesulitan mendapatkan bahan bakar dalam beberapa hari terakhir.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/sumsel/foto/bank/originals/BBM-Langka-di-OKU-Timur-Antrean-Mengular-dan-Harga-Eceran-Pertamax-Tembus-Rp24-Ribu-per-Liter.jpg)