BBM Langka di OKU Timur

BBM Langka di OKU Timur Hingga Antrean Mengular di SPBU, Harga Eceran Pertamax Tembus Rp24 Ribu

Kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) kembali melanda sejumlah wilayah di Kabupaten OKU Timur, Sumsel. 

Tayang:
Tribunsumsel.com/Choirul Rahman
ANTREAN KENDARAAN -- Pengendara sepeda motor mengantre panjang untuk mendapatkan BBM di salah satu Pertashop di Kabupaten OKU Timur, Sumatera Selatan, Jumat (22/5/2026). Warga mengaku harus menunggu berjam-jam dan berpindah lokasi untuk mendapatkan bahan bakar akibat terbatasnya stok yang tersedia. 

Habib mengatakan antrean panjang kini menjadi pemandangan hampir di setiap titik penjualan BBM, baik di SPBU maupun Pertashop.

Bahkan, warga sering kali harus mendatangi beberapa lokasi sekaligus karena stok yang tersedia cepat habis.

“Di Pertashop sekarang antreannya panjang. Mau cari di pengecer juga malas karena harganya mahal,” katanya.

Menurut Habib, kelangkaan paling terasa terjadi pada BBM jenis Pertalite yang banyak tidak tersedia di sejumlah lokasi penjualan.

Sementara itu, Pertamax masih bisa ditemukan di tingkat pengecer, namun dengan harga yang jauh lebih tinggi dibanding harga resmi.

“Kalau Pertalite banyak yang kosong. Pertamax di eceran harganya bisa Rp16.000 sampai Rp20.000 per liter,” ungkapnya.

Ia berharap distribusi BBM dapat segera kembali normal karena kondisi tersebut mulai mengganggu aktivitas masyarakat yang bergantung pada kendaraan untuk bekerja maupun menjalankan usaha sehari-hari.

Keluhan serupa disampaikan Arifin, warga yang ikut mengantre BBM jenis Pertamax di salah satu Pertashop.

Ia menilai panjangnya antrean tidak hanya dipengaruhi keterbatasan pasokan, tetapi juga karena masih banyak pembeli yang datang menggunakan jeriken dalam jumlah cukup banyak.

Menurut Arifin, kondisi itu membuat waktu tunggu masyarakat menjadi lebih lama karena stok yang tersedia cepat berkurang.

Di sisi lain, masyarakat tidak memiliki banyak pilihan karena hampir seluruh titik penjualan BBM mengalami kondisi serupa.

“Masih banyak yang membawa jeriken, jadi antrean makin panjang,” ujarnya.

Arifin mengaku enggan berkeliling mencari BBM ke lokasi lain karena berdasarkan informasi yang diterimanya, kondisi di sejumlah SPBU dan Pertashop tidak jauh berbeda.

“Kalau ke SPBU sama saja, susah juga didapatkan. Mau beli eceran harganya mahal,” katanya.

Sorotan terhadap kelangkaan BBM juga disampaikan Agung Rahadi. Ia menilai kondisi yang terjadi saat ini menjadi ironi mengingat Sumatera Selatan dikenal sebagai salah satu daerah penghasil energi nasional.

Sumber: Tribun Sumsel
Halaman 2/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved