BBM Langka di OKU Timur
BBM Langka di OKU Timur Hingga Antrean Mengular di SPBU, Harga Eceran Pertamax Tembus Rp24 Ribu
Kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) kembali melanda sejumlah wilayah di Kabupaten OKU Timur, Sumsel.
Penulis: Choirul Rahman | Editor: Shinta Dwi Anggraini
Menurut Agung, kelangkaan pasokan membuat harga Pertamax di tingkat pengecer melonjak tajam, khususnya di wilayah Belitang.
Masyarakat akhirnya terpaksa membeli BBM dengan harga tinggi karena kebutuhan transportasi yang tidak dapat ditunda.
“Akibat kelangkaan BBM, harga Pertamax di pengecer mencapai Rp17.000 sampai Rp24.000 per liter di Belitang. Sumatera Selatan ini lumbung energi, tetapi masyarakatnya justru kesulitan mendapatkan bahan bakar nonsubsidi, apalagi yang bersubsidi,” ujarnya.
Di tengah antrean panjang dan keterbatasan pasokan, masyarakat juga dihebohkan dengan beredarnya pesan berantai di berbagai grup WhatsApp terkait dugaan penyebab kelangkaan BBM di Sumatera Selatan.
Dalam pesan tersebut disebutkan adanya keterlambatan kapal tanker pengangkut BBM menuju wilayah Sumatera Selatan yang berdampak terhadap distribusi pasokan ke sejumlah daerah.
Pesan berantai itu juga menyebutkan bahwa ketersediaan BBM jenis Pertamax diperkirakan akan kembali normal pada 23 Mei 2026.
Namun, hingga berita ini ditulis, belum ada keterangan resmi dari pihak terkait yang dapat mengonfirmasi kebenaran informasi tersebut.
Masyarakat berharap pemerintah dan pihak terkait segera memastikan kelancaran distribusi BBM sehingga pasokan kembali normal.
Selain untuk mengakhiri antrean panjang yang terjadi hampir setiap hari, normalisasi distribusi juga dinilai penting guna menjaga aktivitas ekonomi dan mobilitas warga agar tidak terus terganggu akibat kelangkaan bahan bakar.
Baca artikel menarik lainnya di Google News
Ikuti dan bergabung di saluran WhatsApp Tribunsumsel
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/sumsel/foto/bank/originals/BBM-Langka-di-OKU-Timur-Antrean-Mengular-dan-Harga-Eceran-Pertamax-Tembus-Rp24-Ribu-per-Liter.jpg)