Bus ALS Kecelakaan di Muratara

Sempat Jalani Operasi, Muhamad Tahrul Korban Bus ALS Terbakar Meninggal Dunia di RSUD Rupit

Infeksi luka bakar dan trauma inhalasi akibat menghirup asap diduga menjadi faktor utama korban Muhamad

Tayang:
Penulis: Eko Mustiawan | Editor: Moch Krisna
Tribunsumsel.com/Rachmad Kurniawan
KORBAN KECELAKAAN BUS -- Petugas Rumah Sakit Bhayangkara Moh Hasan Palembang mengangkut kantong jenazah korban lakalantas maut Bus ALS dengan truk tangki di Muratara, Kamis (7/5/2026) subuh. Proses identifikasi oleh tim DVI Polri dibantu oleh 7 orang dokter forensik. 

Ringkasan Berita:
  • Korban jiwa insiden bus ALS di Muratara bertambah menjadi 17 orang setelah satu pasien kritis dinyatakan meninggal dunia.
  • Korban bernama Muhamad Tahrul Hubaidi meninggal akibat luka bakar 99 persen dan gangguan saluran pernapasan (trauma inhalasi).
  • Jenazah korban rencananya akan dipulangkan ke kampung halamannya di Tegal setelah sempat menjalani perawatan intensif di RSUD Rupit.

 

TRIBUNSUMSEL.COM,MURATARA -- Infeksi luka bakar dan trauma inhalasi akibat menghirup asap diduga menjadi faktor utama korban Muhamad Tahrul Hubaidi meninggal dunia.

Diketahui, korban merupakan salah satu dari 4 korban yang sempat selamat dari insiden terbakarnya bus ALS usai bertabrakan dengan truk tangki minyak di Jalinsum Muratara pada Rabu, (6/5/2026) kemarin.

Dengan meninggalnya korban, hal ini menambah daftar panjang korban insiden bus ALS terbakar di Muratara, dari awalnya hanya 16 orang menjadi 17 orang.

Sebelum meninggal, korban sempat menjalani perawatan intensif di ruang ICU RSUD Rupit selama 2 hari (berdasarkan hitungan tanggal 6 ke 8 Mei).

Kasi Pelayanan Medik dan Keperawatan RSUD Rupit, Riska Dwi Julianti membenarkan bahwa ada satu pasien bus ALS terbakar meninggal dunia di RSUD Rupit.

"Iya, ada 1 pasien meninggal sekira pukul 11.55 WIB atas nama Tuan Tahrul," kata Riska saat diwawancarai Sripoku.com, Jumat (8/5/2026) sore.

Korban meninggal karena mengalami luka bakar 99 persen di tubuhnya. Sebelum meninggal, korban juga sempat dirawat dan mendapat pelayanan intensif di RSUD Rupit.

"Sempat dirawat, setelah kejadian kan langsung dibawa ke RSUD Rupit," katanya.

Sebelum meninggal, kondisi korban sempat stabil, dan sudah dilakukan inkubasi serta dipasang ventilator karena korban mengalami trauma inhalasi atau gangguan saluran pernapasan.

Tak hanya itu, lanjut dia, korban juga sempat menjalani operasi debridement terhadap luka bakarnya.

Setelah operasi, kondisi korban sempat stabil, namun lama-kelamaan mengalami penurunan hingga akhirnya pukul 11.55 WIB korban dinyatakan meninggal dunia.

"Pukul 11.55 WIB tadi korban dinyatakan meninggal dunia," jelasnya.

Dikatakannya, korban memang awalnya direncanakan untuk dirujuk ke RS Bhayangkara di Kota Palembang. Namun, karena kondisinya belum stabil, hal tersebut tidak memungkinkan.

Sumber: Tribun Sumsel
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved