Bus ALS Kecelakaan di Muratara
Sempat Jalani Operasi, Muhamad Tahrul Korban Bus ALS Terbakar Meninggal Dunia di RSUD Rupit
Infeksi luka bakar dan trauma inhalasi akibat menghirup asap diduga menjadi faktor utama korban Muhamad
Penulis: Eko Mustiawan | Editor: Moch Krisna
Ringkasan Berita:
- Korban jiwa insiden bus ALS di Muratara bertambah menjadi 17 orang setelah satu pasien kritis dinyatakan meninggal dunia.
- Korban bernama Muhamad Tahrul Hubaidi meninggal akibat luka bakar 99 persen dan gangguan saluran pernapasan (trauma inhalasi).
- Jenazah korban rencananya akan dipulangkan ke kampung halamannya di Tegal setelah sempat menjalani perawatan intensif di RSUD Rupit.
TRIBUNSUMSEL.COM,MURATARA -- Infeksi luka bakar dan trauma inhalasi akibat menghirup asap diduga menjadi faktor utama korban Muhamad Tahrul Hubaidi meninggal dunia.
Diketahui, korban merupakan salah satu dari 4 korban yang sempat selamat dari insiden terbakarnya bus ALS usai bertabrakan dengan truk tangki minyak di Jalinsum Muratara pada Rabu, (6/5/2026) kemarin.
Dengan meninggalnya korban, hal ini menambah daftar panjang korban insiden bus ALS terbakar di Muratara, dari awalnya hanya 16 orang menjadi 17 orang.
Sebelum meninggal, korban sempat menjalani perawatan intensif di ruang ICU RSUD Rupit selama 2 hari (berdasarkan hitungan tanggal 6 ke 8 Mei).
Kasi Pelayanan Medik dan Keperawatan RSUD Rupit, Riska Dwi Julianti membenarkan bahwa ada satu pasien bus ALS terbakar meninggal dunia di RSUD Rupit.
"Iya, ada 1 pasien meninggal sekira pukul 11.55 WIB atas nama Tuan Tahrul," kata Riska saat diwawancarai Sripoku.com, Jumat (8/5/2026) sore.
Korban meninggal karena mengalami luka bakar 99 persen di tubuhnya. Sebelum meninggal, korban juga sempat dirawat dan mendapat pelayanan intensif di RSUD Rupit.
"Sempat dirawat, setelah kejadian kan langsung dibawa ke RSUD Rupit," katanya.
Sebelum meninggal, kondisi korban sempat stabil, dan sudah dilakukan inkubasi serta dipasang ventilator karena korban mengalami trauma inhalasi atau gangguan saluran pernapasan.
Tak hanya itu, lanjut dia, korban juga sempat menjalani operasi debridement terhadap luka bakarnya.
Setelah operasi, kondisi korban sempat stabil, namun lama-kelamaan mengalami penurunan hingga akhirnya pukul 11.55 WIB korban dinyatakan meninggal dunia.
"Pukul 11.55 WIB tadi korban dinyatakan meninggal dunia," jelasnya.
Dikatakannya, korban memang awalnya direncanakan untuk dirujuk ke RS Bhayangkara di Kota Palembang. Namun, karena kondisinya belum stabil, hal tersebut tidak memungkinkan.
| Update Kecelakaan Bus ALS di Muratara,Polisi Masih Periksa Intensif Kernet Bus yang Jadi Saksi Kunci |
|
|---|
| Kondisi Ngadiono Korban Selamat Bus ALS Terus Membaik, Luka Bakar Sisa 15 Persen |
|
|---|
| Semua Jenazah Korban Lakalantas Bus ALS vs Truk Tangki Sudah Teridentifikasi, 4 Dipulangkan Hari Ini |
|
|---|
| Sisa 3 Jenazah Belum Teridentifikasi, Tim DVI Polda Sumsel Pastikan Hasil Tes DNA Selesai Jumat |
|
|---|
| Detik-detik Menegangkan Evakuasi Truk Tangki Laka Maut VS Bus ALS di Muratara, Nyaris Makan Korban |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/sumsel/foto/bank/originals/Jenazah-16-Korban-Bus-ALS-vs-Truk-Tangki-Terbakar-di-Muratara-Tiba-di-Palembang.jpg)