Bus ALS Kecelakaan di Muratara
Kondisi Ngadiono Korban Selamat Bus ALS Terus Membaik, Luka Bakar Sisa 15 Persen
Ia sudah dirawat di RS Bhayangkara sejak tanggal 8 Mei 2026, demi mendapat penanganan yang lebih intensif.
Penulis: Rachmad Kurniawan | Editor: Sri Hidayatun
Ringkasan Berita:
- Pelaksana Tugas (Plt.) Kabid Dokkes Polda Sumsel, AKBP dr. Andrianto, menyampaikan perkembangan terkini Ngadiono, korban selamat dalam kecelakaan lalu lintas maut antara bus ALS dan truk tangki di Muratara, Sabtu (23/5/2026).
- Kondisi Ngadiono terus membaik dan luka bakarnya kini tersisa 15 persen.
- Jika kondisi fisik pasien sudah kuat, ia diperbolehkan segera pulang.
TRIBUNSUMSEL.COM, PALEMBANG -Update perkembangan terkini Ngadiono, salah satu korban selamat kecelakaan bus ALS dengan truk tangki yang kini sedang dirawat di Rumah Sakit Bhayangkara Moh Hasan Palembang, menunjukkan perkembangan yang terus membaik.
Ia sudah dirawat di RS Bhayangkara sejak tanggal 8 Mei 2026, demi mendapat penanganan yang lebih intensif.
Sebelumnya, istri Ngadiono, Jumiatun meninggal pada Jumat (15/5/2026) lalu usai dirujuk ke Rs Moh Hasan Palembang karena mengalami luka bakar lebih dari 50 persen akibat kecelakaan tersebut.
Plt Kabid Dokkes Polda Sumsel, AKBP dr Andrianto mengatakan, setelah menjalani beberapa kali operasi debridement, luka bakar yang membekas di tubuh Ngadiono sudah berkurang drastis dari 50 persen kini hanya 15 persen saja.
"Kondisi Ngadiono sudah semakin membaik dari yang tadinya luka bakar 50 persen menjadi 15 persen. Sudah bisa gerak sendiri seperti ke kamar mandi dan makan," ujar Andrianto, Sabtu (23/5/2026).
Dengan kondisi seperti itu, jika tak ada lagi jaringan nekrotik yang masih ada pada tubuhnya maka artinya proses penyembuhan berjalan ke arah yang baik.
"Kalau tidak ada jaringan nekrotik lagi. Artinya tinggal penyembuhan saja," singkatnya.
Bila proses pemulihannya terus membaik, tidak menutup kemungkinan Ngadiono akan pulang ke kampung halamannya dalam waktu dekat.
"Kalau sudah kuat dan pasien terus membaik, dia akan kami pulangkan ke tempat asalnya di Pati, Jawa Tengah," katanya.
Sebanyak 17 korban jenazah korban lakalantas bus ALS di Muratara sudah teridentifikasi lalu dikembalikan ke keluarganya masing-masing. Total ada 19 korban meninggal dunia akibat peristiwa nahas ini, dua diantaranya meninggal di rumah sakit.
Sedangkan yang selamat ada dua orang yakni, Ngadiono dan kernet bus bernama Muhammad Fadli.
Baca juga: Semua Jenazah Korban Lakalantas Bus ALS vs Truk Tangki Sudah Teridentifikasi, 4 Dipulangkan Hari Ini
Ngadiono Drop Usai Dengar Sang Istri Meninggal
Ngadiono, salah satu korban kecelakaan maut antara bus ALS melawan truk tangki di Muratara langsung drop usai mendengar istrinya, Jumiatun, meninggal dunia, Jumat (15/5/2026).
Sebelumnya, Ngadiono dan istrinya dirujuk ke RS Bhayangkara Moh Hasan Palembang karena mengalami luka bakar serius lebih dari 50 persen akibat kecelakaan tersebut.
Sama-sama berjuang pascaoperasi luka bakar, namun Jumiatun kini meninggal dunia pada Jumat (15/5/2026) pukul 05.45 WIB, meninggalkan Ngadiono yang hingga kini masih berjuang menjalani pengobatan di rumah sakit.
| Semua Jenazah Korban Lakalantas Bus ALS vs Truk Tangki Sudah Teridentifikasi, 4 Dipulangkan Hari Ini |
|
|---|
| Sisa 3 Jenazah Belum Teridentifikasi, Tim DVI Polda Sumsel Pastikan Hasil Tes DNA Selesai Jumat |
|
|---|
| Detik-detik Menegangkan Evakuasi Truk Tangki Laka Maut VS Bus ALS di Muratara, Nyaris Makan Korban |
|
|---|
| Momen Memilukan Serah Terima Korban Kecelakaan Bus ALS, Keluarga Peluk Peti Jenazah Sambil Menangis |
|
|---|
| Lubang Disebut Jadi Penyebab Kecelakaan Maut Bus ALS di Muratara, Ternyata Kedalamannya Hanya 2 CM |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/sumsel/foto/bank/originals/Kondiis-Ngadiono-korban-selamat-bus-ALS-makin-membaik.jpg)