Bus ALS Kecelakaan di Muratara

Update Kecelakaan Bus ALS di Muratara,Polisi Masih Periksa Intensif Kernet Bus yang Jadi Saksi Kunci

Ia menjelaskan, karena proses penyelidikan masih berjalan, kernet Bus ALS yang selamat belum diperbolehkan pulang ke daerah asalnya.

Tayang:
Penulis: Eko Mustiawan | Editor: Sri Hidayatun
Polres Musi Rawas
M Fadli, kernet Bus ALS yang selamat dari insiden maut pada Rabu, 6 Mei 2026 lalu di Jalinsum Muratara. 

Ringkasan Berita:
  • M. Fadli (29), kernet Bus ALS yang selamat dari kecelakaan maut di Jalinsum Muratara saat berada di agen resmi ALS wilayah Singkut, Kamis (28/5/2026). 
  • Fadli kini menjadi saksi kunci dalam peristiwa yang merenggut 19 korban jiwa tersebut.
  • Hingga kini, Satlantas Polres Muratara masih terus mendalami kasus kecelakaan maut antara Bus ALS dan truk tangki BBM yang terjadi pada Rabu (6/5/2026) lalu.ik.

TRIBUNSUMSEL.COM,MUSIRAWAS — Kernet Bus ALS bernama M. Fadli (29), warga Kecamatan Unit, Provinsi Riau, yang merupakan saksi kunci kecelakaan maut di Jalan Lintas Sumatra (Jalinsum), hingga kini masih berada di Kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara).

Fadli merupakan satu dari dua korban selamat dalam insiden kecelakaan lalu lintas yang melibatkan Bus ALS dan truk tangki minyak di Jalinsum Muratara pada Rabu (6/5/2026) lalu. Kecelakaan tragis tersebut mengakibatkan 19 orang meninggal dunia.

Kapolres Muratara, AKBP Rendy Surya Aditama, melalui Kasat Lantas, AKP Abdul Karim, mengatakan bahwa hingga saat ini pihak kepolisian masih terus melakukan penyidikan terkait kecelakaan maut tersebut.

"Polisi saat ini masih terus melakukan penyelidikan terkait insiden antara Bus ALS dan truk tangki BBM yang menewaskan 19 orang di Muratara kemarin," kata Abdul Karim, Kamis (28/5/2026).

Ia menjelaskan, karena proses penyelidikan masih berjalan, kernet Bus ALS yang selamat belum diperbolehkan pulang ke daerah asalnya.

Keterangannya dinilai sangat krusial karena ia merupakan saksi kunci utama.

"Dalam insiden itu ada dua korban selamat, yakni satu penumpang dan satu kernet. Saat ini, kernet Bus ALS masih menjalani pemeriksaan lebih lanjut, sehingga belum diperbolehkan pulang," ungkap Kasat Lantas.

Baca juga: Semua Jenazah Korban Lakalantas Bus ALS vs Truk Tangki Sudah Teridentifikasi, 4 Dipulangkan Hari Ini

"Dia masih berada di Muratara dan tinggal di agen resmi atau pool ALS di wilayah Singkut, karena keterangannya masih dibutuhkan oleh penyidik," imbuhnya.

Pihak kepolisian mengapresiasi sikap kooperatif yang ditunjukkan oleh Fadli selama proses pemeriksaan.

Setiap kali menerima panggilan dari tim penyidik untuk dimintai keterangan, ia selalu hadir tepat waktu.

"Alhamdulillah, kapan pun kami panggil, yang bersangkutan selalu datang," tegasnya.

Terkait perkembangan penanganan perkara, Abdul Karim mengaku bahwa kasus ini masih dalam tahap penyidikan mendalam, sehingga polisi belum menetapkan tersangka.

"Penetapan tersangka belum dilakukan karena proses ini masih terlalu dini. Masih banyak pihak dan saksi lain yang harus kami periksa terlebih dahulu," ucapnya.

Selain memeriksa saksi-saksi, pihak kepolisian telah beberapa kali melakukan gelar perkara bersama instansi terkait guna membuat terang benderang peristiwa kecelakaan ini.

"Kami juga mendatangkan saksi ahli dari Universitas Sriwijaya (Unsri) dan terus berkoordinasi terkait penyidikan kecelakaan Bus ALS tersebut," pungkasnya.

Baca berita lainnya di google news

Ikuti dan gabung di saluran WhatsApps Tribunsumsel.com

Sumber: Tribun Sumsel
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved