Angin Puting Beliung di Lubuklinggau

Rumah Baru 3 Bulan Dikredit Rusak Diterjang Angin Puting Beliung di Lubuklinggau, 2 Bocah Terluka

Dua kakak beradik di Lubuklinggau mengalami luka akibat tertimpa reruntuhan rumahnya yang diterjang angin puting beliung.

Penulis: Eko Hepronis | Editor: Shinta Dwi Anggraini
Tribunsumsel.com/Eko Hepronis
ANGIN PUTING BELIUNG -- Kondisi terkini rumah yang atapnya diterjang angin puting beliung di Jalan Kerengak, Perumahan Baverly Hills RT 6 Kelurahan Batu Urip, Kecamatan Lubuklinggau Utara II, Kamis (16/4/2026). Dua bocah yang berada di rumah mengalami luka akibat tertimpa reruntuhan yang diterjang angin puting beliung. 

Ringkasan Berita:
  • Dua kakak beradik di Lubuklinggau mengalami luka ringan dan trauma setelah mengalami luka akibat tertimpa reruntuhan rumahnya yang diterjang angin puting beliung.
  • Saat kejadian, ayahnya sedang bekerja sebagai kuli bangunan, sedangkan ibunya, sedang pergi menjemput kedua adiknya.
  • Kedua korban dan keluarganya baru tiga bulan menempati rumah tersebut sejak akad kredit, mereka berharap bantuan perbaikan. 

TRIBUNSUMSEL.COM, LUBUKLINGGAU -- Dua bocah berusia 13 tahun dan 1 tahun di Kota Lubuklinggau, Sumsel, tertimpa reruntuhan bangunan saat terjadi angin puting beliung pada Rabu (15/4/2026). 

Keduanya, Rica (13 tahun) dan Algazi adiknya (1 tahun), saat itu tengah berada di dalam rumah.

Beruntung kedua bocah ini hanya menderita luka-luka ringan di bagian kepala dan kaki, namun keduanya kini trauma.

Peristiwa ini menimpa rumah Agus di Jalan Kerengak, Perumahan Beverly Hills RT 06, Kelurahan Batu Urip, Kecamatan Lubuklinggau Utara II.

Ceritanya bermula saat Rica dan adiknya, Algazi, tengah berada di dalam rumah.

Sementara ayahnya, Agus, tengah bekerja sebagai kuli bangunan, sedangkan ibunya, Mulyanda, sedang pergi menjemput kedua adiknya.

Saat peristiwa ini terjadi, Rica dan adiknya tengah tidur di pojok ruang tamu. Kemudian datang hujan angin kencang, seketika itu atap rumah langsung ambruk.

"Kami posisi dalam rumah lagi main HP, kemudian tiba-tiba suara bruk, saya langsung peluk adik, kaki saya tertimpa batu bata," cerita Rica kepada Tribunsumsel.com.

Seketika itu, Rica langsung berteriak minta tolong. Beruntung tetangga depan rumah Agus, Wira, yang mendengar suara itu langsung berupaya menolong.

"Dengar bruk itu dan dengar suara jeritan juga, langsung berlari menolong. Saat masuk, posisinya Rica itu memeluk adiknya dan kakinya tertimpa reruntuhan," ujarnya.

Kemudian, kedua korban langsung dilarikan ke rumah sakit.

Beruntung tidak apa-apa, Rica menderita luka lecet di kakinya, sementara adiknya, Algazi, menderita luka lecet di kepala.

Sementara itu, Agus mengungkapkan bahwa baru tiga bulan terakhir ini menempati rumah tersebut sejak akad kredit.

Agus mengatakan, memang setiap terjadinya angin kencang atap rumahnya selalu berbunyi, namun tak pernah dihiraukannya.

"Memang kalau angin kencang selalu berbunyi krak-krak, tapi tidak kami hiraukan. Kami kira biasa karena rumah ini baru," ungkapnya.

Sumber: Tribun Sumsel
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved