Berita Prabumulih

Cerita Dadang, Warga Prabumulih Selamat dari Kamboja, Dipaksa Jadi 'Love Scammer', Diancam Disetrum

Dadang Gumbira (33), warga Prabumulih berhasil selamat dari Kamboja setelah dipaksa menjadi love scammer oleh sindikat penipuan internasional.

Tayang:
Penulis: Edison | Editor: Shinta Dwi Anggraini
Tribunsumsel.com/Edison
SELAMAT DARI KAMBOJA -- Dadang Gumbira (kiri) warga Prabumulih yang berhasil dipulangkan dari Negara Kamboja menceritakan pengalamannya selama di negara tersebut. 

Ringkasan Berita:
  • Dadang Gumbira (33), warga Prabumulih berhasil selamat setelah dipaksa menjadi love scammer oleh sindikat penipuan internasional di Kamboja.
  • Para pekerja memiliki target harus berhasil melakukan penipuan mencapai 3.000 dolar atau di atas Rp50 juta dan jika tidak capai target maka akan disetrum.
  • Target penipuan tersebut, wanita berusia di atas 40 tahun dan kebanyakan janda yang kemudian akan diarahkan ke perjudian. 

TRIBUNSUMSEL.COM, PRABUMULIH -- Dadang Gumbira (33), Pekerja Migran Indonesia (PMI) asal Kota Prabumulih, Sumsel, yang berhasil pulang setelah sempat ditahan di tempat penampungan Kamboja menceritakan pengalaman dan kronologi hingga bisa bekerja ke luar negeri.

Dadang meminta dan mengimbau seluruh masyarakat Kota Prabumulih, khususnya para kawula muda, untuk tidak terbuai iming-iming gaji besar bekerja ke luar negeri. Terlebih untuk menjadi admin judol atau admin scamming yang pernah ia alami.

Hal itu disampaikan Dadang kepada sejumlah wartawan ketika diwawancarai di Dinas Tenaga Kerja Kota Prabumulih bersama Kepala Disnaker Kota Prabumulih, H. Sanjay Yunus. 

"Jadi saya bersama teman-teman ditawari iming-iming gaji besar di luar negeri, awalnya kita hanya disebut hanya bekerja membagikan tautan-tautan ke media sosial. Kita diterima melalui agensi di Jakarta," ujarnya,Senin (6/4/2026).

Dadang bersama sejumlah warga Indonesia lainnya hanya menunjukkan identitas, lalu seluruh keperluan mulai dari paspor, biaya ke luar negeri, dan lainnya diurus oleh agensi.

"Saya sempat tanya ke agensi apa kerjaan nantinya dan disebut hanya bagikan tautan saja di Facebook, TikTok, dan Instagram. Kami rencananya akan diberangkatkan ke Laos, namun justru ke Kamboja dan dijual ke bos scammer di sana 1.000 dolar," ungkapnya.

Baca juga: Disnaker Prabumulih Berhasil Pulangkan PMI Tertahan Imigrasi Kamboja: Waspada Tawaran Kerja ke LN

Sampai di Kamboja, Dadang mengaku dirinya kemudian mendapat pelatihan cara-cara melakukan penipuan dengan modus love scamming dan setelah bisa diberi 7 akun Facebook dan 2 akun Instagram.

"Akun itu sudah ada, nama dan wajah ganteng seperti bos muda. Kemudian tugas kita mencari korban melalui Facebook dan Instagram dengan modus love scamming, kita ajak pacaran dulu dan setelah berhasil diarahkan ke judi," cerita Dadang.

Setiap bulan, para pekerja memiliki target harus berhasil melakukan penipuan mencapai 3.000 dolar atau di atas Rp50 juta.

Jika tidak tercapai akan dihukum, bahkan kalau tidak sama sekali berhasil akan disetrum.

"Mau tidak mau kita lakukan penipuan itu. Saya sempat tiga bulan berhasil melakukan pekerjaan itu dan setelah itu tidak berhasil lalu mau disetrum, makanya saya berkelahi dan memukuli pekerja dari Vietnam, lalu saya masuk penjara selama satu tahun," kata Dadang seraya mengatakan sudah banyak wanita di Indonesia yang menjadi korban dirinya.

Dadang menceritakan untuk melakukan love scamming syaratnya harus kepada wanita di atas 40 tahun dan kebanyakan berhasil terhadap janda-janda yang mudah ditipu serta tidak mengetahui teknologi.

"Jadi kita pakai akun yang ganteng dan kaya, untuk suara pakai AI dan ketika minta video call maka bisa sistem AI di perusahaan itu. Paling lama seminggu biasanya sudah berhasil diajak pacaran dan uangnya dikuras terus sampai korban sadar ditipu," ceritanya.

Selanjutnya, setelah pacaran diarahkan masuk ke judi. Jika korban ragu, maka perusahaan tidak segan memberikan uang awal sebagai pancingan untuk membuat percaya dan biasanya setelah itu uang korban akan terus mengalir. 

"Saya sebetulnya tidak tega karena bekerja di atas kesengsaraan orang, tapi kalau tidak dijalankan akan dipukuli bahkan disetrum. Untung saya terlibat perkelahian dan masuk penjara sehingga bisa lepas, kalau tidak, sampai sekarang pasti masih terjerat," bebernya.

Baca juga: 14 Warga Palembang yang Terlantar di Kamboja Akhirnya Tiba di Kampung Halaman, Ucap Syukur

Sumber: Tribun Sumsel
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved