Berita OKI

Harga Plastik di Pasar Kayuagung Naik Dua Kali Lipat, Pedagang dan UMKM Mengeluh

Tak tanggung-tanggung, kenaikan harga komoditas plastik mencapai dua kali lipat hingga 100 persen hanya dalam kurun waktu sebulan terakhir.

Penulis: Winando Davinchi | Editor: Sri Hidayatun
Tribunsumsel.com/Winando Davinchi
Petugas Dinas Pedagang Kabupaten Ogan Komering Ilir saat memantau kondisi harga plastik di pasar tradisional Kayuagung pada Senin (6/4/2026) siang. 

Ringkasan Berita:
  • Harga kantong plastik di pasar tradisional Kayuagung, Kabupaten OKI, terpantau naik hingga dua kali lipat dalam sebulan terakhir. 
  • Kantong kresek yang semula seharga Rp35.000 kini menyentuh angka Rp70.000 per pak.
  • Dinas Perdagangan OKI menyebutkan kenaikan ini merupakan imbas konflik geopolitik di Timur Tengah yang mengganggu distribusi bahan baku nafta (hasil penyulingan minyak bumi)

TRIBUNSUMSEL.COM, KAYUAGUNG — Para pedagang di pasar tradisional Kayuagung, Kabupaten Ogan Komering Ilir dibuat menjerit akibat harga kantong plastik (kresek) melonjak drastis.

Tak tanggung-tanggung, kenaikan harga komoditas plastik mencapai dua kali lipat hingga 100 persen hanya dalam kurun waktu sebulan terakhir.

Kenaikan harga bahan dasar plastik ini terjadi merata untuk semua ukuran. Rata-rata kenaikan harga yang dilaporkan pedagang jauh melampaui batas normal.

"Kenaikannya sangat signifikan. Kami sebagai pedagang bingung mau jualnya bagaimana lagi," keluh Andre salah satu pedagang plastik di pasar Kayuagung pada Senin (6/4/2026) siang.

Dijelaskan perbedaan harga yang sangat mencolok antara harga bulan Maret lalu dengan harga saat ini untuk kantong plastik ukuran kecil dari normal Rp 35.000, kini menjadi Rp 70.000 per pak.

Sedangkan kantong plastik kresek ukuran besar dari harga Rp 55.000, sekarang menyentuh Rp 110.000 per pak.

"Bukan cuma kresek, mika untuk wadah bolu dan bungkus minuman juga ikut-ikutan naik drastis. Ini benar-benar membuat modal usaha membengkak," tambahnya

"Kenaikan bukan cuma kantong kresek hitam atau putih saja. Perlengkapan usaha kuliner seperti mika plastik wadah kue dan bolu pun ikut-ikutan naik drastis," ujarnya

Dikatakan para pedagang mengaku mendapat informasi dari pihak agen pasokan bahan baku plastik terganggu akibat konflik geopolitik dunia yang belum mereda.

"Kami sebagai pedagang kecil hanya bisa pasrah. Kata agen memang stok dari pusat sulit dan harga modalnya melonjak karena konflik dunia itu," paparnya.

Menanggapi hal tersebut Kepala Dinas Perdagangan OKI, Syahrul melalui Kabid Pengembangan Perdagangan, Juairiyani M.Si menjelaskan kenaikan sudah terjadi di awal bulan April 2026 silam.

Baca juga: Harga Plastik Naik dan Stok Mulai Langka, Pelaku Usaha di Palembang Cari Solusi Alternatif

"Terpantau kenaikan harga plastik sejak awal bulan yang dirasakan oleh pedagang di pasar tradisional dan toko penjual plastik di OKI," ujar saat ditemui diruang kerjanya.

Menurutnya harga plastik melonjak akibat terjadinya konflik di wilayah timur tengah (timteng) dalam kurun waktu beberapa waktu terakhir.

"Jadi plastik ini didatangkan bahan bakunya (Naphtha) dari timteng yang merupakan hasil dari penyulingan minyak bumi disana.Naphtha bahan mentah itu nanti menghasilkan etilena dan profilena. Maka proses selanjutnya di ekspor ke pabrik-pabrik termasuk Indonesia untuk dijadikan berbagai macam bahan plastik," ungkapnya.

Selain itu. Ia mengatakan adanya konflik geopolitik yang terjadi maka membuat distribusi bahan baku tersebut menjadi terganggu. Hingga harga jual plastik melonjak tajam.

Sumber: Tribun Sumsel
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved