Idul Fitri

Lipsus : 6 Nyawa Melayang di Perlintasan Mudik, Petaka di Jalur Mudik Musi Rawas dan Muba

Antusiasme warga untuk merayakan Hari Raya Idulfitri di kampung halaman berubah menjadi duka mendalam dalam kurun waktu 48 jam terakhir.

Editor: Slamet Teguh
Facebook/Al Mukmin
MOBIL KECELAKAAN - Sejumlah warga saat mencoba mengevakuasi mobil yang terjun ke Sungai Jernih di Desa Harapan Makmur Kecamatan Muara Lakitan, Musi Rawas. 

Hasil analisis di lapangan dan keterangan kepolisian menunjukkan adanya kombinasi maut antara faktor manusia (human error) dan kegagalan sistematis penyediaan sarana jalan.

Fenomena Tikungan Tanpa Peringatan

Berdasarkan keterangan Kapolsek Muara Lakitan, AKP Hendrawan, lokasi kejadian di SP.9 HTI merupakan area dengan geometrik jalan yang menipu. Jalur yang lurus membuat pengendara cenderung memacu kendaraan dengan kecepatan tinggi, namun tiba-tiba dihadapkan pada tikungan tajam yang berbatasan langsung dengan sungai.

Ketiadaan Rambu Peringatan Tikungan Tajam membuat sopir, Khoirul Zarin, kehilangan momentum untuk melakukan pengereman dini. Dalam kecepatan tinggi, reaksi spontan akibat terkejut sering kali berujung pada hilangnya kendali kendaraan (loss of control).

Analisis Teknis Kejadian

Secara teknis, mobil bernomor polisi BG 1798 TB tersebut mengalami gaya sentrifugal yang besar saat mencoba menikung dalam kecepatan tinggi. Akibat tidak adanya peringatan rambu, pengemudi terlambat mengantisipasi sudut belokan:

Melebar ke Kanan: Karena kecepatan yang tidak disesuaikan dengan radius tikungan, kendaraan terlempar keluar jalur ke sisi kanan.
Absennya Guardrail: Selain minim rambu, ketiadaan pagar pengaman jalan (guardrail) di sisi sungai membuat kendaraan langsung meluncur ke air tanpa ada penghalang fisik yang mampu meredam benturan atau menahan laju mobil.

Jalur Alternatif yang "Belum Siap"

Jalur Lintas Musi Rawas-PALI kini mulai ramai digunakan sebagai alternatif untuk memangkas waktu tempuh. Namun, lonjakan volume kendaraan ini tidak dibarengi dengan peningkatan standar keselamatan jalan. Bagi sopir travel seperti Khoirul, yang dituntut waktu dan mungkin belum sepenuhnya menguasai setiap jengkal medan, jalur ini menjadi jebakan mematikan.

"Korban tidak menyangka ada tikungan di depannya karena memang tidak ada rambu peringatan," tegas AKP Hendrawan.

Baca juga: Inilah 4 Titik Posko Mudik Prabumulih & Nomor Penting Bisa Dihubungi Saat Darurat

Baca juga: Gratis, Polres Lubuklinggau Buka Penitipan Kendaraan Bagi Warga Hendak Mudik, ini Syaratnya

Tabrakan Maut Truk di Tungkal Jaya Tewaskan Dua Warga Lampung

Di tempat terpisah, kecelakaan maut kembali mewarnai arus mudik di Jalan Lintas Timur (Jalintim) Palembang–Jambi. Sebuah tabrakan hebat melibatkan truk boks dan truk fuso terjadi di KM 159, Desa Simpang Tungkal, Kecamatan Tungkal Jaya, Musi Banyuasin (Muba), Sabtu (14/3/2026). Insiden tragis ini merenggut dua nyawa dan memicu kemacetan panjang yang mengular hingga malam hari.

Kronologi Kejadian

Kecelakaan bermula saat truk boks bernomor polisi B 9340 JRU yang dikemudikan oleh M. Abdul Malik (20) melaju dari arah Jambi menuju Palembang. Saat melintasi lokasi kejadian, kendaraan tersebut bertabrakan dengan truk fuso B 9713 VYT yang datang dari arah berlawanan.

Hantaman keras menyebabkan kabin truk boks mengalami kerusakan parah. M. Abdul Malik dan penumpangnya, Niko Pangestu (23), keduanya warga Lampung Selatan, mengalami luka serius. Meski sempat dilarikan ke Puskesmas Peninggalan, keduanya dinyatakan meninggal dunia dalam perjalanan medis.

Sementara itu, pengemudi truk fuso, Darul Ilmi (33), hanya mengalami luka ringan di bagian dagu dan tangan. Rekannya, Zikri (35), dilaporkan selamat tanpa luka sedikit pun.

Kemacetan Panjang dan Jalur Alternatif

Pasca-kecelakaan, arus lalu lintas di Jalintim Palembang–Jambi mengalami kelumpuhan total sebelum akhirnya perlahan merayap. Volume kendaraan mudik yang mulai meningkat memperparah situasi, terutama di titik ekor kemacetan yang menyentuh perbatasan Banyuasin.

Kasat Lantas Polres Muba, AKP Rendy Novriady, menjelaskan bahwa pihaknya telah mengerahkan personel untuk melakukan olah TKP dan evakuasi kendaraan.

"Arus lalu lintas saat ini masih padat merayap karena tingginya volume kendaraan mudik. Kami mengarahkan kendaraan sumbu tiga (truk besar) untuk masuk ke kantong parkir di KM 101 dan KM 102 Babat Supat guna memitigasi penumpukan di wilayah Betung," ujar AKP Rendy.

Imbauan bagi Pemudik

Polres Muba menyarankan pengendara yang belum terjebak macet untuk mempertimbangkan jalur alternatif. Pengendara dari arah Jambi bisa masuk melalui Simpang C2 atau Simpang Siku di Sungai Lilin menuju Kota Sekayu, lalu melanjutkan perjalanan ke arah Kabupaten PALI untuk menembus jalur lintas Muara Enim.

Sumber: Tribun Sumsel
Halaman 2/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved