Idul Fitri
Lipsus : 6 Nyawa Melayang di Perlintasan Mudik, Petaka di Jalur Mudik Musi Rawas dan Muba
Antusiasme warga untuk merayakan Hari Raya Idulfitri di kampung halaman berubah menjadi duka mendalam dalam kurun waktu 48 jam terakhir.
Ringkasan Berita:
- Antusiasme mudik Lebaran berubah menjadi duka setelah tiga kecelakaan di Musi Rawas dan Musi Banyuasin menewaskan enam orang dalam 48 jam terakhir.
- Salah satu insiden terjadi di Sungai Jernih, Muara Lakitan, ketika mobil travel Daihatsu Xenia terjun ke sungai dan menewaskan sopir Khoirul Zarin (22) serta penumpang Anisa (19).
- Kecelakaan diduga dipicu kecepatan tinggi di tikungan tajam tanpa rambu peringatan dan ketiadaan guardrail di jalur Lintas Musi Rawas–PALI.
TRIBUNSUMSEL.COM, MUSI RAWAS – Antusiasme warga untuk merayakan Hari Raya Idulfitri di kampung halaman berubah menjadi duka mendalam dalam kurun waktu 48 jam terakhir.
Jalur mudik di wilayah Musi Rawas dan Musi Banyuasin (Muba) memakan korban jiwa dalam tiga insiden terpisah. Enam nyawa melayang di tengah kepadatan arus lalu lintas yang mulai merayap naik menjelang Lebaran.
Tragedi Sungai Jernih: Pulang yang Tak Pernah Sampai
Sebuah mobil travel jenis Daihatsu Xenia dengan nomor polisi BG 1798 TB terjun bebas ke Sungai Jernih, Desa Harapan Makmur, Kecamatan Muara Lakitan, Sabtu (14/3/2026) sore sekitar pukul 17.00 WIB.
Insiden maut ini merenggut dua nyawa, sementara empat penumpang lainnya berhasil selamat dari maut meski mengalami luka-luka dan trauma mendalam.
Identitas Korban dan Kesaksian Warga
Dua korban tewas teridentifikasi sebagai Khoirul Zarin (22), sang sopir yang merupakan warga Kelurahan Lubuklinggau Ilir, dan Anisa (19), seorang mahasiswi asal Desa Sukamana, Musi Rawas, yang menumpang travel tersebut untuk pulang ke kampung halaman dari Palembang.
Momen evakuasi berlangsung dramatis dan sempat terekam dalam video amatir yang viral di media sosial. Dalam rekaman tersebut, sejumlah warga berjibaku terjun ke sungai, menggunakan tali seadanya untuk menarik badan mobil yang tenggelam.
Jerit histeris warga mewarnai upaya penyelamatan dua korban yang terjebak di dalam kabin mobil. Sayangnya, saat berhasil dievakuasi, keduanya dinyatakan telah meninggal dunia.
Kronologi: Kecepatan Tinggi dan Tikungan "Patah"
Kapolres Musi Rawas, AKBP Agung Adhitya Prananta, melalui Kapolsek Muara Lakitan, AKP Hendrawan, menjelaskan bahwa kecelakaan tunggal ini diduga dipicu oleh kecepatan tinggi saat melintasi medan jalan yang ekstrem.
"Mobil melaju dari arah PALI menuju Musi Rawas. Saat tiba di tempat kejadian perkara (TKP) yang merupakan tikungan tajam, kendaraan melebar ke kanan dan langsung masuk ke dalam air Sungai Jernih," jelas AKP Hendrawan.
Pihak keluarga sopir menyanggah dugaan bahwa korban mengantuk. Menurut kerabat korban, Khoirul diduga belum menguasai medan jalan Lintas PALI yang memiliki karakteristik tikungan "patah". Minimnya rambu lalu lintas di lokasi kejadian membuat sopir tidak menyadari bahwa jalur di depannya adalah tikungan tajam yang berbatasan langsung dengan sungai, bukan sekadar rawa.
Duka di Ambang Hari Raya
Kepulangan Anisa yang seharusnya menjadi momen hangat berkumpul bersama keluarga di hari Lebaran kini berubah menjadi duka cita. Jenazah mahasiswi tersebut telah dijemput pihak keluarga dari Puskesmas Cecar untuk dimakamkan di desa asalnya.
Sementara itu, jenazah Khoirul Zarin dibawa ke Desa Sungai Pinang 2, Kabupaten Ogan Ilir.
Adapun korban selamat yang terdiri dari Syarifuddin (52), Nopan (28), Opi (26), dan seorang penumpang lain kini tengah menjalani perawatan atas luka ringan yang mereka derita.
Infrastruktur di Jalur Lintas Musi Rawas-PALI Membahayakan
Tragedi tenggelamnya mobil travel Daihatsu Xenia di Sungai Jernih, Sabtu (14/3/2026), bukan sekadar angka dalam statistik kecelakaan mudik. Insiden yang merenggut nyawa Khoirul Zarin (22) dan Anisa (19) ini menyingkap tabir gelap mengenai kondisi infrastruktur di Jalur Lintas Musi Rawas-PALI yang membahayakan nyawa pengendara.
Idul Fitri
Eksklusif
Multiangle
Meaningful
AKBP Agung Adhitya Prananta
musi rawas
Liputan Khusus Tribun Sumsel
Aku Lokal Aku Bangga
Lokal Bercerita
mata lokal menjangkau indonesia
| Selama Periode Lebaran 11-30 Maret 2026, 321.751 Kendaraan Melintasi Tol Kayuagung-Palembang |
|
|---|
| Selama Momen Lebaran Idul Fitri 2026, Bandara SMB II Palembang Layani 193 Ribu Penumpang |
|
|---|
| 5 Contoh Teks Doa Acara Halal Bihalal Lebaran Idul Fitri 2026 yang Berkesan dan Penuh Doa |
|
|---|
| 2 Contoh Kata Sambutan Tuan Rumah Acara Halal Bihalal 2026 dalam Bahasa Sunda, Mengandung Makna |
|
|---|
| KUMPULAN Tema Acara Halal Bihalal 2026 yang Berkesan dan Penuh Makna Sebagai Referensi |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/sumsel/foto/bank/originals/MOBIL-TERJUN-KE-SUNGAI-14-3-2026-musi-rawas.jpg)