Jalan Rusak di Musi Rawas
Jalan Rusak di Musi Rawas Buat 2 Desa Terisolir, Warga Sakit Sampai Meninggal di Perjalanan
Jalan rusak parah membuat Desa Sidang Laya dan Desa Mukti Karya, Musi Rawas terisolir. Bahkan ada warga sakit sampai meninggal dunia di perjalanan
Penulis: Eko Mustiawan | Editor: Shinta Dwi Anggraini
Ringkasan Berita:
- Sudah 4 bulan, jalan rusak parah membuat Desa Sindang Laya dan Desa Mukti Karya di Kecamatan Muara Lakitan, Musi Rawas terisolasi
- Bahkan ketika ada warga yang sakit dan butuh penanganan medis lebih lanjut, justru meninggal di perjalanan lantaran terjebak jalan rusak
- Kades Sindang Laya, Thamrin Tarius mengatakan, Lantaran berada di kawasan hutan Pemerintah Desa sudah berulang kali menyampaikan proposal bantuan untuk melakukan pengerasan jalan tersebut ke pihak perusahaan
TRIBUNSUMSEL.COM, MUSI RAWAS -- Dua desa di kawasan Hutan Tanaman Industri (HTI) di wilayah Kecamatan Muara Lakitan, Kabupaten Musi Rawas, terisolasi.
Kondisi itu sudah berlangsung selama empat bulan terakhir.
Adapun dua desa tersebut adalah Desa Sindang Laya dan Desa Mukti Karya di Kecamatan Muara Lakitan, Musi Rawas.
Kondisi itu diakibatkan oleh jalan yang menjadi satu-satunya alternatif warga mengalami rusak parah, hingga tidak bisa dilalui oleh kendaraan roda dua maupun roda empat dan roda enam.
Tak hanya terisolasi, saat ini warga di dua desa tersebut juga tengah mengalami krisis ekonomi. Di mana pasokan kebutuhan pokok tidak bisa menembus jalan rusak.
Bahkan yang lebih menyedihkan, ketika ada warga yang sakit dan membutuhkan penanganan medis lebih lanjut, justru meninggal dunia di perjalanan lantaran terjebak jalan rusak.
Peristiwa itu dialami langsung oleh Kepala Desa (Kades) Sindang Laya, Thamrin Tarius, saat dirinya hendak membawa orang sakit dengan menggunakan mobil bak terbuka.
Namun, karena kondisi jalan yang rusak berat, mobil yang digunakan itu pun terjebak dan tidak bisa melaju hingga akhirnya warga yang sakit meninggal dunia.
Peristiwa menyedihkan itu terungkap saat beberapa Kepala Desa (Kades) dan tokoh masyarakat di wilayah Trans Subur dan HTI diundang oleh DPRD Musi Rawas dalam Rapat Dengar Pendapat Umum (RDPU) pada Senin (23/2/2026) kemarin.
Kades Sindang Laya, Thamrin Tarius, mengatakan bahwa sudah hampir empat bulan terakhir kondisi jalan menuju desanya tidak bisa dilalui oleh kendaraan.
Akibatnya, aktivitas masyarakat lumpuh total dan masyarakat mengalami krisis sembako. Bahkan, warga pun tidak bisa mengeluarkan hasil pertanian seperti kelapa sawit.
"Sekitar empat bulan terakhir ini, kondisi jalan kami tidak bisa dilalui karena rusak. Aktivitas warga lumpuh total, hasil perkebunan membusuk sia-sia," katanya di hadapan anggota DPRD Musi Rawas.
Tak hanya itu, pernah terjadi kejadian ketika dia membawa warganya yang sakit untuk berobat. Namun, karena akses jalan yang rusak parah, mobil tidak mampu menerobosnya.
"Akibatnya warga yang sakit itu terlambat dibawa ke rumah sakit dan meninggal dunia di perjalanan," ungkapnya.
Dijelaskannya, akses jalan utama masyarakat Sindang Laya merupakan jalan perkebunan PT Musi Hutan Persada (MHP).
| Warga Sakit Meninggal dalam Jebakan Medan Berat, Jalan Rusak Parah di Musi Rawas Isolasi 2 Desa |
|
|---|
| Penjelasan Sekda Musi Rawas Usai 2 Desa Terisolir Karena Akses Jalan Rusak Parah 'Kawasan Hutan' |
|
|---|
| Warga 2 Desa di Musi Rawas Trisolasi, Aksas Jalan Jadi Kubangan, Nyawa dan Ekonomi Jadi Taruhan |
|
|---|
| Harga LPG 3 Kg di 2 Desa di Musi Rawas Tembus Rp 80 Ribu Pertabung Akibat Jalan Rusak Parah |
|
|---|
| Warga Sakit Harus Meninggal di Jalan Akibat Jalan Rusak, Warga 2 Desa di Musi Rawas Terisolir |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/sumsel/foto/bank/originals/Akibat-Jalan-Rusak-2-Desa-di-Musi-Rawas-Terisolir-hingga-Warga-Sakit-Meninggal-Diperjalanan.jpg)