Jalan Rusak di Musi Rawas

Warga 2 Desa di Musi Rawas Trisolasi, Aksas Jalan Jadi Kubangan, Nyawa dan Ekonomi Jadi Taruhan

Kondisi memprihatinkan ini diungkapkan oleh Kepala Desa (Kades) Sindang Laya, Tarius Tamrin, saat diwawancarai Sripoku.com, Selasa (6/1/2026).

Penulis: Eko Mustiawan | Editor: Slamet Teguh
Dokumen/Kades Sindang Laya
RUSAK PARAH - Sejumlah Pengendara yang Kesulitan Melintas Karena Jalan Rusak Parah. Harga LPG 3 Kg di 2 Desa di Musi Rawas Tembus Rp 80 Ribu Pertabung Akibat Jalan Rusak Parah 

Ringkasan Berita:
  • Akses jalan satu-satunya ke Desa Sindang Laya dan Mukti Karya lumpuh total akibat hujan, membuat warga terisolasi dan ekonomi rakyat berhenti.
  • Pemkab Musi Rawas tak bisa memperbaiki jalan karena status kawasan hutan PT MHP, sementara warga menilai perusahaan abai dan hanya melakukan perbaikan seadanya.
  • Warga terancam kelaparan, keselamatan jiwa, serta berencana memblokade jalan perusahaan jika tak ada solusi segera.

 

TRIBUNSUMSEL.COM, MUSI RAWAS — Ratusan jiwa di Desa Sindang Laya dan Desa Mukti Karya, Kecamatan Muara Lakitan, Kabupaten Musi Rawas, kini berada di ambang krisis. Sebulan terakhir, akses satu-satunya menuju dua desa tersebut berubah menjadi kubangan lumpur yang nyaris mustahil ditembus, menyebabkan warga terisolasi dan ekonomi rakyat lumpuh total.

Faktor cuaca dengan intensitas hujan tinggi menjadi pemicu utama. Jalan tanah merah sepanjang jalur tersebut bertransformasi menjadi medan licin dan berlumpur sedalam lutut orang dewasa, memerangkap kendaraan apa pun yang nekat melintas.

"Pemda Tak Berdaya, Perusahaan Berpangku Tangan"

Persoalan pelik muncul dari status lahan. Karena berada di wilayah Hutan Kawasan yang dikelola oleh PT Musi Hutan Persada (MHP), Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Musi Rawas tidak memiliki wewenang secara hukum untuk menganggarkan dana perbaikan jalan melalui APBD.

Kepala Desa Sindang Laya, Tarius Tamrin, mengungkapkan rasa frustrasinya terhadap pihak perusahaan. Menurutnya, proposal permohonan pengerasan jalan telah berulang kali dikirimkan, namun hanya dibalas dengan perbaikan ala kadar.

"Kami hanya minta pengerasan jalan, tapi realisasinya paling hanya digusur (land clearing). Bukannya bagus, kalau hanya digusur tanpa pengerasan, jalan malah tambah parah dan hancur," ungkap Tarius Selasa (6/1/2026).

Padahal, jalan tersebut merupakan jalur vital operasional perusahaan. Tarius mendesak ketegasan Bupati Musi Rawas, Hj. Ratna Machmud, untuk mengintervensi pihak PT MHP. "Kami mohon ketegasan Pemda untuk menegur perusahaan. Tolong pikirkan masyarakat yang bermukim di wilayah hutan kawasan ini," tegasnya.

Ancaman Kelaparan hingga Tragedi Kemanusiaan

Dampak isolasi ini telah menyentuh level yang mengkhawatirkan. Ketua BPD Mukti Karya, Edi Sabran, melaporkan bahwa warganya kini kesulitan mendapatkan pasokan bahan pokok (sembako).

"Masyarakat kami terancam kelaparan jika jalan ini tidak segera diperkeras. Akses keluar masuk desa sangat sulit, kendaraan bahkan sering harus menginap di tengah jalan karena terjebak lumpur," ujar Edi.

Bukan sekadar urusan perut, nyawa warga pun menjadi taruhannya. Edi mengungkapkan fakta memilukan di mana pernah ada warga Desa Mukti Karya yang jatuh sakit dan akhirnya meninggal dunia di tengah jalan karena terlambat dibawa ke rumah sakit akibat kendala akses.

Kerugian Ekonomi dan Ancaman Blokade

Di sektor ekonomi, para petani sawit hanya bisa meratapi nasib. Hasil panen yang menjadi tumpuan hidup kini membusuk di bak-bak penampungan karena truk pengangkut tidak bisa keluar desa.

Gerah dengan situasi yang tak kunjung menemui titik terang, warga dari dua desa tersebut kini melayangkan ancaman serius. "Jika kondisi jalan terus dibiarkan seperti ini, masyarakat di dua desa sepakat akan melakukan pemortalan (blokade) jalan yang dilintasi pihak perusahaan," tutup Edi Sabran. 

Baca juga: Harga LPG 3 Kg di 2 Desa di Musi Rawas Tembus Rp 80 Ribu Pertabung Akibat Jalan Rusak Parah

Baca juga: Warga Sakit Harus Meninggal di Jalan Akibat Jalan Rusak, Warga 2 Desa di Musi Rawas Terisolir

Harga Sembako Melejit Akibat Jalan Rusak

Kerusakan jalan menuju Desa Sindang Laya dan Desa Mukti Karya di Kecamatan Muara Lakitan, Kabupaten Musi Rawas, mulai berdampak serius pada ketahanan pangan warga. Harga kebutuhan pokok di kedua desa tersebut melonjak drastis, bahkan harga elpiji 3 kg dilaporkan menyentuh angka Rp80.000,00 per tabung.

Kondisi memprihatinkan ini diungkapkan oleh Kepala Desa (Kades) Sindang Laya, Tarius Tamrin, saat diwawancarai Sripoku.com, Selasa (6/1/2026).

Menurut Tarius, krisis ini telah berlangsung selama kurang lebih satu bulan terakhir. Tingginya curah hujan memperparah kondisi jalan yang masih berupa tanah merah hingga menjadi kubangan lumpur yang sulit dilalui.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved