Jalan Rusak di Musi Rawas
Warga Sakit Meninggal dalam Jebakan Medan Berat, Jalan Rusak Parah di Musi Rawas Isolasi 2 Desa
Akses jalan yang menjadi satu-satunya jalur penghubung antardesa kini berubah menjadi hamparan lumpur yang tak mampu ditaklukkan.
Penulis: Eko Hepronis | Editor: Slamet Teguh
Ringkasan Berita:
- Ribuan warga Desa Sindang Laya dan Mukti Karya, Kecamatan Muara Lakitan, Kabupaten Musi Rawas, terisolasi empat bulan akibat jalan rusak parah.
- Hal tersebut terjadi di kawasan konsesi PT Musi Hutan Persada hingga menelan korban jiwa karena evakuasi medis terhambat.
- Krisis akses memicu lonjakan harga sembako, kelangkaan LPG, serta hasil pertanian membusuk karena distribusi logistik terhenti.
TRIBUNSUMSEL.COM, MUSI RAWAS – Sebuah potret memilukan mengenai ketimpangan infrastruktur tersaji di jantung kawasan Hutan Tanaman Industri (HTI), Kecamatan Muara Lakitan, Kabupaten Musi Rawas.
Selama empat bulan terakhir, ribuan warga di Desa Sindang Laya dan Desa Mukti Karya harus hidup dalam isolasi total akibat kerusakan jalan yang melampaui batas kewajaran.
Akses jalan yang menjadi satu-satunya jalur penghubung antardesa kini berubah menjadi hamparan lumpur yang tak mampu ditaklukkan.
Jangankan kendaraan pribadi, truk bermuatan besar (roda enam) hingga alat berat jenis jonder pun kerap menyerah, terperosok dalam kubangan yang memutus denyut nadi kehidupan warga.
Pertaruhan Nyawa di Atas Bak Terbuka Puncak dari penderitaan ini berujung pada hilangnya nyawa. Kepala Desa (Kades) Sindang Laya, Thamrin Tarius, mengungkapkan kesaksian yang menyesakkan dada saat hadir dalam Rapat Dengar Pendapat Umum (RDPU) di gedung DPRD Musi Rawas, Senin (23/2/2026).
Thamrin menceritakan detik-detik saat dirinya berusaha mengevakuasi salah satu warganya yang sedang sakit keras.
Dengan fasilitas seadanya, warga tersebut dilarikan menggunakan mobil bak terbuka. Namun, perjalanan medis yang seharusnya menjadi harapan justru berubah menjadi tragedi.
"Mobil kami terjebak, roda berputar di tempat karena lumpur terlalu dalam. Kami berusaha sekuat tenaga, namun waktu terus berjalan sementara bantuan medis masih sangat jauh. Akhirnya, warga tersebut mengembuskan napas terakhir di atas bak mobil di tengah jalan yang rusak itu," tutur Thamrin dengan raut wajah penuh duka.
Menurutnya, keterlambatan penanganan akibat akses yang lumpuh menjadi faktor utama hilangnya nyawa warga tersebut. "Jika jalannya bagus, mungkin nyawanya masih bisa tertolong," imbuhnya.
Ekonomi Lumpuh, Harga Pangan Meroket Tidak hanya soal nyawa, isolasi ini juga memicu krisis ekonomi yang mencekik.
Akses utama sepanjang 7 kilometer yang melintasi konsesi PT Musi Hutan Persada (MHP) menuju jalan nasional kini nyaris tidak bisa dilalui.
Untuk menempuh jarak pendek tersebut, warga seringkali harus menginap 3 hingga 4 hari di jalanan demi mengawal pasokan barang.
Kondisi ini dibenarkan oleh Kades Mukti Karya, Mulyadi. Ia memaparkan betapa mahalnya biaya hidup akibat sulitnya logistik masuk ke desa mereka.
"Kami mengalami krisis sembako. Kalaupun ada barang, harganya tidak masuk akal. Beras menyentuh angka Rp25.000 per kilogram, dan gas LPG 3 kg melambung hingga Rp80.000 per tabung. Itu pun seringkali stoknya kosong karena distributor tidak berani masuk," papar Mulyadi di hadapan para anggota dewan.
Baca juga: Jalan Rusak di Musi Rawas Buat 2 Desa Terisolir, Warga Sakit Sampai Meninggal di Perjalanan
Baca juga: Ada Jalan Amblas di Jalur PALI-Musi Rawas Desa Tambangan, Pengendara Diimbau Hati-hati
| Jalan Rusak di Musi Rawas Buat 2 Desa Terisolir, Warga Sakit Sampai Meninggal di Perjalanan |
|
|---|
| Penjelasan Sekda Musi Rawas Usai 2 Desa Terisolir Karena Akses Jalan Rusak Parah 'Kawasan Hutan' |
|
|---|
| Warga 2 Desa di Musi Rawas Trisolasi, Aksas Jalan Jadi Kubangan, Nyawa dan Ekonomi Jadi Taruhan |
|
|---|
| Harga LPG 3 Kg di 2 Desa di Musi Rawas Tembus Rp 80 Ribu Pertabung Akibat Jalan Rusak Parah |
|
|---|
| Warga Sakit Harus Meninggal di Jalan Akibat Jalan Rusak, Warga 2 Desa di Musi Rawas Terisolir |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/sumsel/foto/bank/originals/Akibat-Jalan-Rusak-2-Desa-di-Musi-Rawas-Terisolir-hingga-Warga-Sakit-Meninggal-Diperjalanan.jpg)