Jalan Rusak di Musi Rawas

Harga LPG 3 Kg di 2 Desa di Musi Rawas Tembus Rp 80 Ribu Pertabung Akibat Jalan Rusak Parah

Akibatnya lanjut Kades, jalan tersebut kini tak bisa dilalui oleh masyarakat, baik kendaraan roda dua maupun roda empat. 

Penulis: Eko Mustiawan | Editor: Slamet Teguh
Dokumen/Kades Sindang Laya
RUSAK PARAH - Sejumlah Pengendara yang Kesulitan Melintas Karena Jalan Rusak Parah. Harga LPG 3 Kg di 2 Desa di Musi Rawas Tembus Rp 80 Ribu Pertabung Akibat Jalan Rusak Parah 

Ringkasan Berita:
  • Jalan rusak menuju Desa Sindang Laya dan Mukti Karya di Musi Rawas membuat harga kebutuhan pokok melonjak tajam.
  • Harga LPG 3 Kg mencapai Rp80.000 dan pasokan sembako kerap kosong akibat sulitnya akses transportasi.
  • Warga terancam kelaparan dan meminta Pemkab Musi Rawas menekan PT MHP agar segera memperbaiki jalan kawasan hutan tersebut.

 

TRIBUNSUMSEL.COM, MUSI RAWAS - Jalan rusak menuju Desa Sindang Laya dan Desa Mukti Karya Kecamatan Muara Lakitan, Kabupaten Musi Rawas, Sumsel berdampak terhadap harga kebutuhan pokok.

Dimana, saat ini harga kebutuhan pokok di 2 desa tersebut, melejit diatas batas normal.

Salah satunya soal LPG ukuran 3Kg yang mencapai Rp80.000. 

Kondisi tersebut diungkapkan oleh Kepala Desa (Kades) Sindang Laya, Tarius Tamrin saat diwawancarai Sripoku.com, Selasa (6/1/2026).

Dikatakan Kades, kondisi tersebut sudah berlangsung sejak kurang lebih 1 bulan terkhir. Dimana jalan rusak diakibatkan curah hujan yang terjadi beberapa pekan terkehir. 

"Jalan menuju desa kami itu masih tanah merah, jadi kalau musim hujan seperti ini, jalannya hancur, berlumpur dan licin," kata Kades.

Akibatnya lanjut Kades, jalan tersebut kini tak bisa dilalui oleh masyarakat, baik kendaraan roda dua maupun roda empat. 

Bahkan masih kata Kades, terkadang masyarakat yang nekat, justru kendaraannya terjebat di jalan dan harus menginap. 

"Kalau nekat, dipastikan kendaraannya terjebak. Kadnag juga harus nginap dijalan," ungkap Kades.

Ditambahkan Kades, akibat jalan menuju desanya tersebut, berdampak terhadap harga kebutuhan pokok yang melejit diatas batas normal. 

"Sekarang yang jadi beban masyarakat adalah soal sembako. Saat ini harga sembako tidak sesuai lagi," ungkapnya.

Baca juga: Warga Sakit Harus Meninggal di Jalan Akibat Jalan Rusak, Warga 2 Desa di Musi Rawas Terisolir

Baca juga: 5 Mobil Rusak Akibat Dilempar Batu Saat Melintas di Tol Prabumulih, Kaca Pecah dan Bemper Rusak

Salah satunya adalah soal LPG ukuran 3Kg yang didesanya kini mencapai Rp80.000. Bahkan, terkadang barangnya tidak ada.

"Gas pun sekarang mencapai Rp80.000, itupun ada harga tapi gak ada barang," tegas Kades.

Tingginya harga kebutuhan pokok dikarenakan, biaya transport yang tak sebanding dan berlipat-lipatganda. Sehingga, banyak sales yang enggan masuk.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved